Sebaran Covid-19 di Sumenep Masuk Level 2, Begini Kata Kadinkes dan KB

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dan KB, Agus Mulyono. (Sumber Foto: Istimewa)

Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sumenep sebut posisi Sumenep level 2 (dua) untuk sebaran Certification of Vaccination Identification by Artificial Intelligence (Covid-19).

Posisi level 2 (dua) Covid-19 sebagaimana disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dan KB, Agus Mulyono, berdasarkan rilis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) yang menyebutkan dosis vaksinasi satu katagori umum di Sumenep sudah mencapai 53,40 persen

“4 (empat) hari lalu masih level 3 (tiga). Sekarang sudah mencapai di atas target 50 persen,” jelas Agus kepada jurnalis madurapers.com, saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Jumat (14/1/22).

Kemudian, untuk dosis kedua mencapai 28,18 persen. Sedangkan untuk sasaran vaksinasi bagi orang Lanjut Usia (Lansia) Capai 48,48 persen.

Pihaknya memaparkan terkait progresif pada bulan September 2021 lalu, proses vaksinasi mencapai 20 persen lebih. Disusul pada awal bulan Januari 2022 mencapai 53,40 persen.

“Capaian vaksinasi ini lebih dari target yang sudah ada, alhamdulillah,” kata Agus bersyukur.

BACA JUGA:  Jelang Pilkades Serentak di Sumenep, Ribuan Personel Disiagakan

Bahkan Agus menuturkan Kasus Covid-19 di Sumenep, diklaim nol persen per hari ini, (14/1/22). Hal itu berdasarkan data yang dihimpun Dinkes dan KB Sumenep menyebutkan, Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget dan Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) dr. H. Moh. Anwar tercatat tidak memiliki pasien terjangkit Covid-19.

“Perkembangan kasus Covid-19 di Sumenep sudah tidak adat alias nol persen. Bahkan di puskesmas juga tidak ada,” tuturnya.

Meski begitu, upaya pemerintah setempat terus melakukan langkah terbaik agar tidak ada lagi varian baru tentang Covid-19.

Pihaknya berharap, masyarakat Sumenep yang baru pulang dari luar Negeri tidak terjangkit virus Covid-19 varian baru tersebut. Seperti Delta dan Omicron.

“Mudahan-mudahan tidak ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang membawa virus Omicron atau Delta,” harapannya.

Dia memaparkan, upaya pencegahan Covid-19 sudah dilakukan secara simultan (berbarengan) di kabupaten Sumenep.

Prosesnya berjalan melalui kecamatan dan hingga pelosok desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama TNI-Polri telah bergerak cepat untuk menekan varian baru ini masuk ke Sumenep dengan mengajak mesyarakat tetap menjagaProtokol Kesehatan (Prokes).

BACA JUGA:  Dinilai Tak Berguna, KNPI Tuding SKK Migas Sumenep

“Masyarakat tetap jaga 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan