Tokoh  

Siapa Itu Taliban?

Bendera Taliban (Sumber: Wikipedia)

Taliban dalam bahasa Pashtun artinya adalah “mahasiswa”. Kelompok ini berdiri di Pakistan Utara pada September 1994 pasca penarikan pasukan Uni Soviet dari Afghanistan. Pendiri kelompok Taliban ini adalah Mawlawi Hibatullah Akhundzada dan Mullah Abdul Ghani Baradar.

Gambar Struktur Kepemimpinan Taliban (Sumber: diadaptasi BBC News, 2021)

Ideologi kelompok ini Islamisme, Deobandi, dan Pashtunwali. Taliban bermarkas di Kandahar, Afghanistan (tahun 1994-2001) dan wilayah operasinya di Afghanistan dan Pakistan.

Ketika berkuasa di periode 1996-2001, kelompok ini memperoleh pengakuan diplomatik dari negara Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi. Selain itu, kelompok ini memiliki sekutu negara di kawasan Asia dan Eropa, yakni Qatar, Iran, China, dan Rusia.

Di awal berdirinya Taliban berjanji kepada masyarakat (di daerah Pashtun yang membentang di Pakistan dan Afghanistan) setelah berkuasa akan memulihkan perdamaian, keamanan, dan menegakkan syariah (hukum Islam).

Penegakan hukum syariah ini sesuai dengan penafisarannya yang ketat, seperti hukuman pancung bagi pembunuh, rajam bagi pezina, dan potong tangan bagi pencuri. Selain itu, Taliban mengharuskan laki-laki memelihara janggot, mengharuskan perempuan mengenakan burka yang menutupi seluruh tubuhnya, dan melarang televisi, musik, dan bioskop.

BACA JUGA:  Aksi Pembacokan Terhadap Pemuda di Sampang Masih Diselidiki oleh APH

Kelompok ini dituduh oleh berbagai negara (musuhnya) melakukan berbagai pelanggaran HAM dan budaya. Salah satu contoh terkenal yang dituduhkan Barat kepada Taliban adalah penghancuran patung Buddha Bamiyan di Afghanistan Tengah pada tahun 2001.

BACA JUGA:  Ibn al-Haytham: Ilmuan Sederhana dan Bapak Optik Modern

Keperkasaan Taliban dalam pertempuran dan penguasaan wilayah di Afghanistan tidak dapat diragukan. Kelompok ini merebut Provinsi Herat (berbatasan dengan Iran) tahun 1995, merebut ibu kota Afghanistan, Kabul (setelah menggulingkan rezim Presiden Burhanuddin Rabbani, pimpinan Mujahidin dukungan Amerika Serikat) tahun 1996, dan menguasai hampir 90% wilayah Afghanistan tahun 1998.

Salah satu diantara yang menyebabkan Taliban cepat menguasai wilayah Afghanistan adalah kerisauan dan kejenuhan masyarakat atas pertikaian pejuang Mujahidin dengan Uni Soviet. Oleh karena itu, ketika Taliban datang menyerang di wilayahnya masyarakat menyambutnya dengan antusias.

Ketika berkuasa di Afghanistan (1996-2001), Taliban semakin populer di mata masyarakat. Hal ini karena kelompok ini berhasil memberantas korupsi, membatasi pelanggaran hukum, dan menjamin keamanan perdagangan di berbagai daerah di Afghanistan.

Namun, akibat agresi militer pasukan Amerika Serikat-NATO yang dipimpin Amerika Serikat ke Afghanistan tahun 2001, rezim Pemerintahan Taliban runtuh pada minggu pertama bulan Desember 2001. Pemimpin kelompok itu, Mullah Mohammad Omar dan tokoh senior lainnya (termasuk Osama Bin Laden) kemudian kabur untuk menghindari penangkapan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat.

Alasan serangan pasukan Amerika Serikat-NATO ke rezim Taliban di Afghanistan karena kelompok ini dituduh melindungi Osama bin Laden, pimpinan al-Qaeda, yang melakukan mengeboman terhadap World Trade Center di New York pada 11 September 2001.

Pasca penggulinggannya, dimulai dari desa-desa Taliban secara bertahap memperluas kembali pengaruhnya di Afghanistan. Operasi gerilya militer Taliban membuat berbagai wilayah di Afghanistan tidak aman sejak 2001.

Diantara serangan Taliban yang mematikan adalah serangannya ke Kabul dan markas Bastion Camp NATO. Pada tahun 2015 Taliban menguasai kota Kunduz untuk pertama kalinya sejak kekalahannya pada tahun 2001.

Selain faktor ekonomi, kegigihan Taliban dalam melakukan serangan di berbagai wilayah Afghanistan membuat Amerika Serikat kewalahan. Faktor inilah yang kemudian membuat Amerika Serikat mengajak berunding Taliban pada tahun 2018.

Pada Februari 2020 kedua belah pihak (Amerika Serikat dan Taliban) mencapai kesepakatan damai. Dalam kesepakatan damai tersebut, kedua belah pihak sepakat pasukan Amerika Serikat akan menarik diri dari Afghanistan dan Taliban tidak boleh menyerang pasukan Amerika Serikat, tidak mengizinkan al-Qaeda atau gerilyawan lain beroperasi di wilayah Taliban, dan melanjutkan pembicaraan damai nasional dengan Pemerintah Afghanistan.

Pasca kesepakatan damai tersebut, Taliban tidak lagi menyerang kota-kota dan pos militer Amerika Serikat-NATO dan Pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat mengumumkan penarikan semua pasukannya pada 11 September 2021. Pengumuman ini dilakukan Joe Biden (presiden baru Amerika Serikat) pada bulan April 2021, dua dekade sejak serangan World Trade Center di New York.

Namun, pasca pengumuman tersebut Taliban mulai merebut sebagian besar wilayah Afghanistan, sebelum penarikan kekuatan militer Amerika Serikat di bulan September 2021. Hanya dalam jangka 10 hari di bulan Agustus 2021 Taliban mampu merebut berbagai wilayah di Afghanistan. Puncaknya Taliban merebut Kabul, ibu kota Afghanistan, pada 15 Agustus 2021.

Pasca Taliban menguasai Kabul rezim Pemerintahan Ashraf Ghani runtuh. Meski Amrullah Saleh, wakil presiden Afghanistan, mendeklarasikan diri sebagai presiden Afghanistan sementara yang sah, tampaknya koalisi Amrullah Saleh-Ahmad Massoud (tokoh kuat di Lembah Panjshir) sulit melawan Taliban tanpa keterlibatan pasukan asing Amerika Serikat-NATO.

Dengan demikian, diprediksi dalam waktu dekat Taliban kembali lagi ke pemerintahan Afghanistan mengakhiri pemerintahan boneka bentukan Amerika Serikat dan melenyapkan kehadiran pasukan asing pimpinan Amerika Serikat selama 20 tahun di Afghanistan.

Tinggalkan Balasan