“Banyak petani kita melakukan dua kali tanam dalam satu musim. Ini sinyal kuat bahwa gairah petani tetap tinggi, bahkan di tengah keterbatasan musim,” ujar pria yang akrab disapa Pak Inung.
DKPP Sumenep mengerahkan 149 penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang tersebar di seluruh kecamatan untuk memastikan proses budidaya padi berjalan efektif, mulai dari penyiapan lahan, masa tanam, hingga panen.
Tak hanya itu, DKPP juga rutin menggelar pertemuan kelompok tani guna menyamakan langkah dan menyelesaikan kendala teknis di lapangan secara cepat dan terstruktur.
“Pendampingan yang masif ini bukan hanya strategi teknis, tapi bentuk komitmen kami dalam menyatukan visi antara petani dan pemerintah daerah,” tambah Chainur.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan capaian sejauh ini hanyalah awal. DKPP akan memanfaatkan musim penghujan akhir tahun untuk menuntaskan sisa target tanam dan menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai penopang penting ketahanan pangan regional.
“Target ini bukan sekadar hitungan angka administratif. Ini adalah bagian dari misi besar kita bersama untuk mendukung swasembada pangan nasional,” pungkasnya.
