Tetap Waspada, 3 Varian Virus Baru Dimungkinkan Masuk Kabupaten Sumenep

Gedung Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. (Istimewa)

Sumenep – Kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, telah dinyatakan sangat minim. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, persentase pasien terkonfirmasi Covid-19 sudah kurang dari 1 persen.

Sekalipun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat terus mewanti-wanti agar masyarakat tetap waspada. Sebab saat ini telah hadir Covid varian baru dengan sebutan Varian Delta, Varian Mu, dan Varian C1.2.6.

“Saat ini ada varian baru Covid-19 yang disebut delta, itu sudah ada di Indonesia. Ada juga yang disebut varian Mu, ini sudah sampai di Malaysia. Kemudian juga ada varian dari Afrika Selatan C1.2.6 ini juga sudah ada di Malaysia,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono pada awak media madurapers.com, Kamis (30/09/2021).

Tiga varian virus terbaru ini dinilai sangat ganas, sehingga jika masyarakat tidak waspada maka kemungkinan masuknya serangan virus tersebut ke Kabupaten Sumenep akan sangat besar.

“Tetapi ini kalau kita abai bisa masuk lagi, seperti dulu delta masih ada di Malaysia kemudian masuk ke Jawa Timur dan masuk ke Madura, sampai semuanya,” tegas Agus.

BACA JUGA:  2 Pengguna Narkotika Diringkus Polres Sumenep, Begini Kronologinya.

Sebagai salah satu antisipasi untuk menangkal serangan virus varian baru tersebut, maka pihak Dinkes Sumenep mengimbau masyarakat agar bahu-membahu dalam meningkatkan herd imunity dengan melakukan vaksinasi.

“Delta itu sangat ganas, yang dulu tidak ada di pulau ternyata sekarang luar biasa itu. Oleh karena itu untuk antisipasi maka herd immunity harus tercapai,” imbaunya.

Agar masyarakat dapat lebih mudah untuk melakukan vaksinasi, maka Pemkab Sumenep membuka pelayanan di berbagai tempat. Seperti hadir langsung ke setiap rumah masyarakat masing-masing, pondok pesantren, serta sekolah-sekolah.

“Vaksinasi ini dilakukan di mana saja yang penting ada sasaran. Seperti door to door, di pondok pesantren, di kepulauan, di sekolah-sekolah, termasuk juga di tempat pelayanan kesehatan,” tandasnya.

 

Editor: Ady

Tinggalkan Balasan