Selain itu, dirinya berpesan kepada puluhan mahasiswa, aga bisa menjaga almamater dengan gelar yang sudah didapatkan.
“Kalian akan kembali ke tengah masyarakat, makanya tetap jaga nama baik STKIP. Nama baik kampus tercinta kita ada di pundak kalian semuanya,” ajak Asmoni kepada peserta Yudisium.
Setelah mendapatkan gelar sarjana, lanjut Asmoni, tetep menjadi kepribadian diri sendiri, bukan orang lain.
“Artinya, sebagai lulusan STKIP memiliki karakter yang baik dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat dengan ilmu yang didapat selama kuliah,” kata Asmoni menerangkan.
“Dengan memaksimalkan apa yang sudah dipelajari, keberadaan kita akan dipandang,” sambungnya.
Di penghujung sambutannya, pihaknya memberikan wejangan kehidupan guna menuai keberhasilan dalam hidup. Salah satunya dengan Bhappa’ Bhapbhu’ Ghuru, Rato (Madura-red). Yang memiliki arti, hormatilah orang tua sendiri sebelum menghormati guru dan raja.
“Falsafah madura yang satu ini jangan sampai hilang. Semoga tetap menjadi tradisi sebagai warga Madura, khususnya di Sumenep,” tandasnya.
