Hikmah  

Adab Berbicara dalam Islam

adab berbicara
Foto Habib Ali (Sumber: TV9 Malaysia Official)

Bangkalan – Manusia ditakdirkan oleh Allah S.W.T., dapat berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Namun, berbicara ada adabnya dalam Islam.

Adab berbicara ini antara lain jujur, baik atau diam, jelas, tidak menyakiti, dan sebagainya. Adab berbicara ini diajarkan oleh Nabi Muhammad s.a.w., kepada umatnya.

Lalu, bagaimana adab/akhlak berbicara yang diajarkan Nabi Muhammad s.a.w., kepada umatnya? Dilansir Madurapers dari kanal YouTube TV9 Malaysia official di laman https://youtu.be/rKN9n-3ZySU berikut penjelasan Habib Ali dari negara Malaysia.

Habib Ali dalam tausiyahnya memaparkan bahwa kita harus mengikuti adab atau akhlak berbicara Nabi Muhammad s.a.w.., agar etika bicara kita benar menurut Islam.

Hal ini sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah r.a., yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Rasulullah s.a.w., bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk memperbaiki akhlak.”

Menurut Habib Ali, Rasulullah s.a.w., berbicara yang benar atau diam, tidak menyakiti perasaan orang, tidak menghina, merendahkan orang lain, jelas, perlahan-lahan, dan terkadang diulang-ulang.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w., bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berbicara yang benar atau diam … .”

Nabi Muhammad s.a.w., kata Habib Ali, “Apabila berbicara adalah benar dan tidak menyakiti perasaan orang baik dengan kekasaran maupun menghina dan merendahkan orang lain.”

Nabi Muhammad s.a.w., apabila berbicara pelan-pelan dengan kalimat yang jelas sehingga orang yang mendengarnya paham dan bisa menghafal apa yang dibicarakan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

BACA JUGA:  Ludah Memiliki Segudang Manfaat bagi Manusia
BACA JUGA:  Peringatan Isra' Mi'raj: Peningkatan Kualitas Spiritual dan IPTEK

Terkadang dalam suatu pembicaraan Nabi Muhammad s.a.w., akan mengulang perkataannya sebanyak tiga kali dengan tujuan agar pembicaraannya dapat dipahami oleh orang yang mendengarnya.

Rasulullah s.a.w., jika berbicara tidak akan berbicara kecuali ada keperluan dan pembicaraan itu adalah pembicaraan yang penting.

Jika berbicara tentang masalah dunia dan Nabi Muhammad s.a.w., mengetahui tentang masalah itu, maka beliau berbicara tentang masalah dunia. Namun, umumnya Nabi Muhammad s.a.w., berbicara tentang masalah agama.

Demikian tuntunan adab atau akhlak berbicara Nabi Muhammad s.a.w. Semoga kita bisa meneladaninya.

Tinggalkan Balasan