Merasa Didiskriminasi oleh Pihak BLK Bangkalan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Memberontak

Saat Pekerja Migran Indonesia (PMI) Memberontak di depan petugas, di Balai Latihan kerja (BLK) Bangkalan.

Bangkalan – Dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur, memberontak karena menilai dirinya merasa didiskriminasi antar PMI yang lain, peristiwa itu terjadi di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan saat keduanya menunggu hasil tes Swab.

Salah satu PMI dengan inisial K menyampaikan, “Kenapa sesama PMI di beda bedakan, sedangkan swabnya bareng dengan saya, terus kenapa yang lain pulang duluan, saya merasa ada diskriminasi yang tidak mengikuti prosedur yang ada.”  Sabtu, (19/6/2021).

Selain itu, pihaknya juga menyebutkan bahwa pelayanan di BLK tidak taat aturan terhadap PMI satu dan lainnya.

“Saya sudah mengikuti secara prosedural yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, kenapa disini seakan ada pilih kasih, yang diuruskan (orang tertentu: red) cepat keluar hasil tes swabnya, sedangkan yang diurus sendiri sampai sekarang belum keluar, yang menguruskan juga tebang pilih kalau orang tidak ternama tidak akan dilayani, ada juga yang diurus klebun, DPR dan lain sebagainya langsung keluar, ada apa ini, kok tidak adil?,” keluhnya.

“Perlu ada evaluasi pelayanan di BLK ini agar tidak selalu menjadi sorotan masyarakat luar,” tegasnya.

Peristiwa tersebut mendapat respon dari pakar hukum muda,  Abd.Hakim, mengatakan, seharusnya tindakan diskriminatif tidak boleh terjadi, hal itu  bertentangan dengan asas, equality before law, ialah perlakuan yang sama di depan hukum, supaya masyarakat tidak beranggapan bahwa hukum itu tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

BACA JUGA:  Warga Sepuluh Sebut Program PHE di Bangkalan Berubah Menjadi Program Siluman

Tinggalkan Balasan