Hal ini dilakukan, kata Drh. Mediy, sebagai salah satu kebijakan pembangunan nasional saat ini adalah ketahanan pangan, termasuk jaminan ketersediaan sapi lokal di desa. Sehingga sapi harus diperbanyak di desa.
“Ini langkah pemenuhan ketersediaan pangan utamanya daging sapi madura secara mandiri juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Sebatas informasi tambahan, setelah dilakukan peninjauan, maka didapati data lingkar dada sapi yang dikunjungi lingkar perut 150 cm, tinggi 117 cm, dan giginya sudah tanggal dua.
Sementara itu, pemelihara sapi dipercayakan kepada Bapak Sahlan (55) yang beralamat lengkap di RT 02 RW 01, Dusun Galis, Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.
