“DWP merupakan ruang strategis bagi perempuan untuk terus berkembang. Melalui pelatihan ecoprint ini, kami ingin mengajak anggota agar dapat menggali kreativitas yang suatu saat bisa menjadi peluang usaha,” ujar Ibu Asih di hadapan para anggota.
Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Ecoprint menjadi salah satu solusi karena mengoptimalkan kekayaan alam sekitar dengan cara yang bijak dan tetap mempertahankan keasriannya.
Selama kegiatan, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahap pelatihan, mulai dari mengenal bahan, memilih daun sebagai motif, hingga teknik pewarnaan dan penempelan di atas kain. Suasana pun semakin hangat dengan adanya saling berbagi pengalaman dan tips antarangota.
“Dengan semangat kolaborasi dan saling mendukung, saya yakin DWP Bappeda Sumenep akan terus menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan dapat memberi inspirasi bagi banyak pihak,” pungkas Ibu Asih di akhir acara.
