IAI Bangkalan Gelar Talk Show Hadirkan Habib Husein Ja’far Al Hadar, Disambut Semangat Mahasiswa

Madurapers
Habib Husein Ja’far Al Hadar, saat mengisi materi talk show di Institut Agama Islam Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan
Habib Husein Ja’far Al Hadar, saat mengisi materi talk show di Institut Agama Islam Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan (Sumber Foto: Aab/Madurapers, 2025).

Senada dengan Rektor IAI Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan, Dr. Fera Andriani Djafar, Lc., M.Pd., menyampaikan pesan penting dalam sambutan singkatnya. Ia menekankan bahwa talk show ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk menanamkan semangat produktifitas di kalangan generasi muda.

“Kita ingin mencetak mahasiswa yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu berkarya nyata dalam masyarakat,” ungkapnya, seraya mengapresiasi kehadiran Habib Husein sebagai tokoh muda yang relevan dengan spirit zaman.

Sementara, Habib Husein Ja’far Al Hadar, dalam paparannya menjelaskan pentingnya daya cipta dan keberanian berkarya di usia muda. Ia menyebut bahwa kekuatan anak muda terletak pada kreativitas dan keberaniannya dalam menghadapi tantangan.

“Muda berdaya adalah karunia Tuhan. Kreativitas pemuda jauh lebih unggul dari orang tua, dan ketika itu dimaksimalkan melalui karya, dampaknya akan sangat besar,” ucap Habib. Ia juga menyoroti nilai-nilai kemaduraan yang menurutnya sarat kearifan dan potensi, mulai dari etos kerja hingga kekayaan budaya.

Lebih lanjut, Habib Husein mengajak para mahasiswa untuk tidak takut berkarya. Ia menegaskan bahwa sejarah bangsa dan perkembangan zaman selalu berpihak kepada pemuda. “Pemuda itu pusat perubahan. Negara, zaman, dan produktivitas semua berpihak kepada yang muda. Maka jangan ragu untuk mengambil peran,” pintanya.

Sebagai penutup, Habib Husein membagikan tips konkret untuk menjadi pemuda produktif, yaitu dengan memperbanyak membaca dan menulis. Ia menekankan bahwa isi kepala yang kaya akan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan karya besar. “Karya adalah warisan. Kalau kita sudah punya karya, meski telah tiada, nama kita tetap hidup dalam bacaan orang banyak,” pungkasnya.