Kerja Bisa Membunuhmu

Madurapers
Ilustrasi Efek Orang Bekerja dengan Jam Kerja Panjang (Lama)

Laporan studi ini memaparkan bahwa jam kerja yang panjang diperkirakan menjadi penyebab sekitar sepertiga dari semua penyakit yang diderita pekerja dan semakin memperparah pekerja yang memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Para peneliti WHO menjelaskan ada dua cara jam kerja panjang menyebabkan kesehatan memburuk: pertama, melalui respons fisiologis langsung terhadap stres, dan kedua, karena jam kerja yang lebih lama berarti pekerja lebih cenderung mengadopsi perilaku yang membahayakan kesehatan, seperti merokok, konsumsi minuman keras (mengandung alkohol), kurang tidur dan olahraga, dan diet yang tidak sehat.

Menurut studi WHO, sekitar 9% dari total populasi jumlah orang yang bekerja berjam-jam meningkat jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

Di Inggris, Office for National Statistics/ONS (Kantor Statistik Nasional) menemukan bahwa orang yang bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19 rata-rata kerja lembur selama enam jam. Ironisnya lagi, kerja lembur tersebut tidak dibayar dalam seminggu.

Menurut ONS, hal ini berbeda dengan orang yang tidak bekerja dari rumah, yang mana kerja lemburnya hanya 3,6 jam dalam seminggu.

Atas dasar pertimbangan temuan studinya, WHO menyarankan pengusaha agar mulai sekarang harus mempertimbangkan jam kerja pekerjanya, sehingga tidak berisiko pada kesehatan kerja para pekerjanya.

“Pembatasan jam kerja akan bermanfaat bagi pengusaha karena terbukti meningkatkan produktivitas (baca: produktivitas para pekerja),” kata Pega.

“Ini benar-benar pilihan cerdas untuk tidak menambah jam kerja yang panjang dalam krisis ekonomi,” tutur Pega.