Klarifikasi Kang Emil atas kejadian itu, dalam tweetnya, sebagai berikut: Pertama, seorang pemimpin harus terbuka terhadap kritik walaupun kadang disampaikan secara kasar.
Sudah ribuan kritik masuk, dan selalu saya respon dengan santai dan biasa saja. Kadang ditanggapi dengan memberikan penjelasan ilmiah, kadang dibalas dengan bercanda saja.
Kedua, mungkin karena yang melakukannya posting kasar adalah seorang guru, yang postingannya mungkin dilihat/ditiru oleh murid-muridnya, maka pihak sekolah/yayasan untuk menjaga nama baik insitusi memberikan tindakan tegas sesuai peraturan sekolah yang bersangkutan.
Ketiga, karenanya setelah berita itu hadir, saya sudah mengontak sekolah/yayasan, agar yang bersangkutan untuk cukup dinasehati dan diingatkan saja, tidak perlu sampai diberhentikan.
Keempat, apapun itu, di era medsos tanpa sensor ini. Kewajiban kita para orang tua, guru, dan pemimpin untuk terus saling nasehat-menasehati dalam kebaikan, kesabaran dan selalu bijak dalam ber-medsos.Agar anak cucu kita bisa hidup dalam peradaban yang lebih mulia.
