Panen Bawang Melimpah Ruah, Bupati Sumenep: Terget Jadikan Makanan Olahan 

Madurapers
Bupati Sumenep, Akhmad Fauzi saat mengikuti kegiatan panen bawang merah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. (Sumber Foto: Istimewa).

“Target kami ke depan, bawang merah ini akan menjadi aneka olahan seperti pasta bawang, bawang goreng dan lain semacamnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala DKPP Sumenep, Arif Firmanto menyampaikan, kualitas bawang merah lokal Sumenep sendiri terdapat tiga jenis mulai dari standar, medium hingga super.

“Untuk harga bawang merah kualitas standar harganya dikisaran Rp12 hingga Rp13 ribu perkilonya. Sedangkan kualitas medium seharga Rp17 ribu hingga Rp18 ribu sementara yang berkualitas super dibandrol Rp22 sampai Rp24 ribu,” kata Arif merinci.

Harga tersebut, lanjut Arif, ditingkat petani. Namun jika di pengecer atau di pasar kisaran Rp 30 ribuan.

“Tanam bawang di musim penghujan baru pertama kali ini diuji cobakan, hasilnya pun cukup memuaskan, termasuk tingkat kerusakan yang disebabkan hama cukup minim,” ungkapnya.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pengecekan tim DKPP yang turun langsung ke wilayah Kecamatan Rubaru. Hasilnya, dari 52 hektar lahan yang ditanami 43 hektarnya sudah panen.

“Keunggulan varitas bibit bawang merah yang ditanam di Rubaru memang lebih tahan hama walaupun ditanam di musim penghujan,” tegas Arif.

Untuk itu, pihaknya berencana pada Mei 2022 nanti akan kembali menggelontor bantuan bibit bawang merah kepada 14 desa yang tersebar di dua kecamatan.

“Rencana di seluruh desa Kecamatan Rubaru dan 4 desanya di kecamatan Pasongsongan,” pungkasnya.