Perkembangan Inflasi Terkini Tahun 2021

Ekonomi
Foto Ilustrasi Inflasi (Sumber: Modifikasi Paper.id, 2019)

Jakarta – Pandemi Covid-19 terus menekan perkembangan ekonomi di Indonesia. Salah satunya ditunjukkan dengan inflasi, yakni peningkatan harga-harga komoditi secara umum dan terus menerus di level nasional.

BPS RI (2021) dalam berita resminya menyebutkan bahwa pada bulan Oktober 2021 inflasi sebesar 0,12% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,66.

Dari 90 (sembilan puluh) kota di Indonesia, 68 (enam puluh delapan) kota (7556%) mengalami inflasi dan 22 (dua puluh dua) kota (24,44%) mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sampit, Provinsi Kalimantan Tengah, yang mencapai 2,06% dengan IHK sebesar 109,30. Inflasi terendah di Banyuwangi dan Sumenep, Provinsi Jawa Timur, masing-masing hanya sebesar 0,02% dengan IHK masing-masing sebesar 104,64 dan 106,21.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, sebesar 0,70% dengan IHK sebesar 107,98 dan terendah di Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan, sebesar 0,02% dengan IHK sebesar 105,89.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga komoditi. Berdasarkan kelompok pengeluaran masyarakat, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,10%.

BACA JUGA:  Meski Dilanda Omicron Inflasi Indonesia Tetap Terkendali

Inflasi kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,15% dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08%.

Inflasi kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13%, kelompok kesehatan sebesar 0,06% dan kelompok transportasi sebesar 0,33%.

Inflasi kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04%, dan kelompok pendidikan sebesar 0,02%

Inflasi kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,12% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02%.

Tampak inflasi tertinggi dialami oleh kelompok alas pakaian dan alas kaki dan terendah kelompok pendidikan dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Mencermati inflasi tersebut, Wahyudi, Peneliti Lembaga studi Perubahan dan Demokrasi (LsPD) agar Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian Inflasi bekerja optimal, sehingga inflasi terus tetap dalam kendali, Rabu (24/11/2021).

Apabila harga-harga barang komoditi terus terkendali, dengan bekerja sama dengan daerah, tekanan pandemi Covid-19 pada sektor ekonomi riil masyarakat pelan-pelan mulai dapat diatasi.

BACA JUGA:  Perdagangan BEI Secara Resmi Ditutup di Akhir 2021

Dengan demikian, tekanan wabah virus secara bertahap tidak berefek ganda pada keuangan rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat.

“Ayo bangkit, taati protokol kesehatan dan atasi permasalahan ekonomi masyarakat, “ajak Wahyudi.

Tinggalkan Balasan