Pertumbuhan Ekonomi Sumenep Sangat Rendah

Ilustrasi

Sumenep – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep sangat rendah. Selama periode 2016-2020 menurut PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 pertumbuhan ekonominya berada jauh di bawah Provinsi Jawa Timur. Rata-rata pertumbuhannya hanya sebesar 1,62% di bawah Provinsi Jawa Timur yang mencapai 3,93%.

Selama periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep fluktuatif. Tahun 2017 dan 2018 meningkat dan tahun 2019 dan 2020 menurun.

Pertumbuhannya tahun 2016 hanya sebesar 2,58%, tahun 2017 meningkat menjadi 2,86%, tahun 2018 menurun menjadi 3,63%, tahun 2019 menurun menjadi 0,14%, dan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -1,13%.

Demikian juga halnya dengan kondisi ekonominya tanpa sektor migas. Tahun 2016 pertumbuhan ekonominya sebesar 5,23%, tahun 2017 menurun menjadi 5,11%, tahun 2018 meningkat menjadi 5,38%, tahun 2019 menurun menjadi 3,80%, dan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -1,46%. Rata-rata pertumbuhannya selama periode ini sebesar 3,61%.

Berdasarkan ADHK 2010, PDRB Per Kapita Kabupaten Sumenep tahun 2016 sebesar 20,72 triliun, tahun 2017 meningkat menjadi 21,23 triliun, tahun 2018 meningkat menjadi 21,92 triliun, tahun 2019 meningkat menjadi 21,87 triliun, dan tahun 2020 menurun menjadi 21,56 triliun.

BACA JUGA:  Si Jago Merah Melumat Habis Rumah Kayu Jati di Pulau Sapudi Sumenep

Demikian juga halnya dengan PDRB Per Kapita Tanpa Migas. Berdasarkan ADHK 2010, PDRB Per Kapita tahun 2016 sebesar 15,53 triliun, tahun 2017 meningkat menjadi 16,26 triliun, tahun 2018 meningkat menjadi 17,07 triliun, tahun 2019 meningkat menjadi 17,66 triliun, dan tahun 2020 menurun menjadi 17,35 triliun.

PDRB Per Kapita periode tersebut menunjukkan bahwa kinerja ekonomi secara riil Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan, kecuali tahun 2020. Meski demikian, dari segi pertumbuhannya masih sangat rendah karena berada di bawah jauh Provinsi Jawa Timur. Dengan kata lain, pada periode 2016-2020 kondisi ekonomi riil Kabupaten Sumenep tidak memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan