Polda Jatim Pastikan Dugaan Kasus Mafia Tanah di Desa Sawotratap dalam Proses Penyidikan

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko (Sumber foto : Istimewa)

Surabaya – Polda Jatim melalui Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko angkat bicara terkait kasus dugaan mafia tanah di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo yang telah dilaporkan Bambang Priyo Santoso KW didampingi Penasihat Hukum (PH) – nya, I Ketut Suardana, SH., MH., di Polda Jatim tanggal 20 Mei 2021 sesuai Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL – B/303/V/RES 1.2./2021/UM/SPKT Polda Jatim tentang dugaan tindak pidana pemalsuan surat keterangan jual beli tanah antara Asmono Bin Slikah dengan M. Sugeng Mulyanto seluas kurang lebih 1.850 meter persegi di Desa Sawotratap dengan terlapor M. Sugeng Mulyanto Dkk. Bambang Priyo Santoso menurut I Ketut Suardana, SH., MH., merupakan salah satu ahli waris almarhum Asmono Bin Slikah.

“Masih dalam proses penyidikan,” tulis Kombes Pol Gatot Repli Handoko melalui pesan singkat ke wartawan madurapers.com, Jumat (7/1/2022).

M. Sugeng Mulyanto alias Haji Sugeng sebagai salah satu terlapor atas laporan polisi yang dibuat Bambang Priyo Susanto di Polda Jatim tersebut sampai berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. Dihubungi melalui sambungan pesan dan suara WhatsApp (WA), Minggu (9/1/2022) Haji Sugeng belum menjawab.

Sedangkan Kepala Desa Sawotratap Sanuri juga belum dapat diminta tanggapan soal kasus dugaan mafia tanah yang terjadi di wilayahnya. “Mohon maaf saya sedang ada di resepsi,” kelitnya sewaktu dihubungi lewat sambungan seluler, Minggu (9/1/2022).

BACA JUGA:  Kapolda Jatim “Bertarung” Praperadilan Lawan Dua Tersangka Pencabulan Anak, Siapa Menang?

Sementara itu, Ahli Hukum Agraria Universitas Airlangga (Unair) Dr. Agus Sekarmadji, SH., M.Hum., kepada madurapers.com, Minggu (9/1/2021) berkenan memberikan pendapatnya soal praktik mafia tanah. Agus, panggilan karibnya, mengatakan namanya saja mafia itu pasti tersembunyi. Oleh karena tersembunyi, maka menurutnya tidak bisa melihat si A atau si B sebagai mafia, tetapi hanya dapat dilihat dari hasil yang muncul.

“Misalnya, ada suatu produk, namanya mafia merupakan suatu perbuatan yang terorganisir untuk melakukan perbuatan ilegal. Oleh karena itu, seringkali dilakukan itu adalah kalau mafia tanah bagaimana tanahnya seseorang bisa menjadi hak mereka (maksudnya pelaku mafia tanah, Red) dengan melakukan perbuatan – perbuatan yang melanggar hukum. Itu baru dapat kita melihat bahwa kita tahu,” paparnya ramah.

Tinggalkan Balasan