Polisi Bertindak Represif, Mahasiswa Akan Kepung Kapolres Sumenep

REPRESIF
Pamflet seruan aksi demonstrasi di Kantor Polres Sumenep. (Istimewa)

Sumenep – Kekecewaan mahasiswa terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian di Kabupaten Sumenep, Madura dan juga di Tanggerang pada beberapa waktu lalu ternyata belum juga reda hingga saat ini.

Buktinya, tiga organisasi kemahasiswaan bernama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar), dan Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS), akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Sumenep, pada Jumat (22/10/2021) besok.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi tersebut, sebenarnya sudah sempat menggelar aksi demonstrasi serupa pada Senin (18/10/2021) kemarin. Akan tetapi, saat itu Kapolres setempat mengaku tidak dapat menemui massa aksi dengan dalih sedang ada giat vaksinasi.

“Aksi besok adalah kelanjutan dari yang kemarin, yaitu terkait kekerasan terhadap aktivis yang terjadi di Tanggerang selatan pada tanggal 13 Oktober dan di Sumenep pada tanggal 01 Oktober 2021. Hal itu merupakan insiden yang mencederai demokrasi serta amanah reformasi,” ungkap Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Noer saat dikonfirmasi awak media ini, Kamis (21/10/2021).

Menurut dia, bangsa Indonesia sejatinya memiliki kebebasan dalam menyampaikan pendapat. Bahkan hal demikian juga dilindungi oleh Undang-Undang (UU) Nomor 9, tahun 1998. Maka berdasarkan itu, seharusnya pihak kepolisian memberikan pengamanan yang baik terhadap seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  Penganiayaan Perempuan dan Anak di Sumenep Melonjak pada Tahun 2021

“Seharusnya pihak kepolisian memberi pengayoman dan menciptakan keamanan, tapi ini malah sebaliknya. Insiden ini merupakan kelalaian Kapolres dalam mendidik anak buahnya,” tegas dia.

Tinggalkan Balasan