Postur APBN Indonesia TA 2021

Perkembangan APBN RI TA 2019-2021 (doc.madurapers.com)

Jakarta , Madurapers.com – APBN Indonesia Tahun Anggaran (TA) 2021 pasca pandemi Covid-19 tahun 2020 mengalami perkembagan positif. Postur ABPN TA 2021 menurut data Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan 2020 pendapatan negara diproyeksikan sebesar Rp1,743.6 triliun, belanja negara Rp2,750.0 triliun, dan pembiayaan negara Rp1,006.4 triliun.

Redaksi Madurapers menganalisis bahwa dalam APBN TA 2021 pendapatan negara 2021 berkembang positif 2,6% (Rp43,7 triliun), belanja negara meningkat 0,4% (Rp10,8 triliun), dan pembiayaan menurun -3,2% (-Rp32,8 triliun), Selasa (23/2/2021).

Kontributor pendapatan negara terbesar dari penerimaan perpajakan yang mencapai 82,8% (Rp1,444.5 triliun).

Belanja negara terbesar pada belanja pemerintah pusat. Persentasenya mencapai 71,1% (Rp1,954.5 triliun).

Proporsi terbesar pada belanja pemerintah pusat pada belanja kementerian/lembaga. Persentasenya mencapai 52,% (Rp1,032,0 triliun).

Menurut fungsinya, belanja terbesar di pemerintah pusat pada belanja pelayanan umum, yakni persentasenya mencapai 26,9%.

Pada pembiayaan negara, pemerintah memproyeksikan defisit sebesar Rp1,006.4 triliun. Angkanya dibandingkan TA 2020 menurun sebesar 3,2%.

Berdasarkan data tersebut, redaksi Madurapers menilai bahwa pendapatan negara sangat tergantung pada penerimaan perpajakan daripada penerimaan negara bukan pajak dan hibah.

BACA JUGA:  Pelecehan Seksual Diduga Menimpa Pegawai Kontrak KPI

Belanja pemerintah pusat anggarannya banyak terserap pada belanja birokrasi kementerian/lembaga. Idealnya belanja untuk pembangunan lebih besar daripada belanja rutin. Namun sebaliknya, belanja tersebut lebih kecil, yakni belanja fungsi ekonomi sebesar 26,2% dan belanja perlindungan sosial hanya sebesar 13,3%.

Keseimbangan primernya menurun dibandingkan dengan TA 2020. Penurunannya -9,6% (-Rp67.3 triliun) dari TA 2020 sebesar Rp700.4 triliun menjadi Rp633.1 triliun pada TA 2021.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan