Potret Pengangguran di Pamekasan 2021

Ilustrasi seorang pengangguran lagi pusing memikirkan kesempatan/peluang kerja

Pamekasan – Pengangguran di Kabupaten Pamekasan tahun 2021 mengalami penurunan. Kondisi ini berbeda dengan angka pengangguran tahun 2020, dimana pada bulan Agustus 2020 mengalami peningkatan 1,17 persen poin dibandingkan dengan bulan Agustus 2019.

Infomasi ini terungkap dalam data Keadaan Ketenagakerjaan Kabupaten Pamekasan Agustus 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan 15 Desember 2021, Selasa (25/1/2022).

Jumlah pengangguran di Pamekasan pada bulan Agustus 2021 mencapai 14,1 ribu jiwa. Dibandingkan dengan bulan Agustus 2020, jumlah pengangguran tersebut menurun sebesar 2,5 ribu jiwa. Pada bulan Agustus 2020 jumlah pengangguran di Pamekasan mencapai 16,7 ribu jiwa.

Besarnya pengangguran tersebut, yang dapat dilihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), situasinya pada bulan Agustus 2021 mencapai 3,10 persen dari penduduk angkatan kerja yang mencapai 458,4 ribu jiwa.

Angka ini menurun sebesar 0,40 persen poin dibandingkan dengan kondisi bulan Agustus 2020, dimana TPTnya mencapai 3,49 persen dari penduduk angkatan kerja yang mencapai 480,2 ribu jiwa.

Penurunan angka TPT ini terjadi pada TPT semua jenis kelamin. TPT laki-laki menurun sebesar 0,34 persen poin dan TPT perempuan menurun sebesar 0,51 persen poin dibandingkan dengan bulan Agustus 2020.

BACA JUGA:  Kadinkes dan KB Sebut Vaksinasi di Sumenep Capai 70 Persen Lebih

Pada bulan Agustus 2020 TPT laki-laki mencapai 3,95 persen dan TPT perempuan mencapai 2,92 persen, sedangkan pada bulan Agustus 2021 TPT laki menurun menjadi 3,61 persen dan TPT perempuan menurun menjadi 2,41 persen.

Paralel dengan kondisi tersebut, pendorong utama penurunan TPT bulan Agustus 2021 karena terjadi penurunan TPT perempuan yang mencapai 0,51 persen poin.

TPT laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan TPT perempuan. Selisih antara TPT laki-laki dan TPT perempuan mencapai 1,2 persen poin. Selisih penurunannya dengan TPT laki-laki sebesar 0,17 persen poin.

Meski trend-nya demikian, karena pandemi COVID-19 mempengaruhi terhadap kondisi ketenagakerjaan sehingga pengangguran tetap bercokol di bumi “Gerbang Salam” pada bulan Agustus 2021. Akibat pandemi ini penduduk usia kerja yang terdampak mencapai 38,4 ribu jiwa atau 5,53 persen.

Penduduk angkatan kerja terdampak mencapai 37,0 ribu (96,38 persen) orang/jiwa dan penduduk bukan angkatan kerja mencapai 1,3 ribu (3,62 persen) orang/jiwa.

Pada penduduk angkatan kerja: 1,0 ribu (2,71 persen) orang/jiwa menjadi pengangguran, 1,2 ribu (3,58 persen) orang/jiwa sementara tidak bekerja, dan 34,7 ribu (93,82 persen) orang/jiwa mengalami pengurangan jam kerja.

BACA JUGA:  Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sumenep Masih di Bawah Target

Tinggalkan Balasan