Potret Pengangguran di Jawa Timur 2021

Redaksi
Pengangguran Jatim
Ilustrasi pengangguran menatap peluang kerja di Jawa Timur

Meski trend-nya demikian, karena pandemi COVID-19 mempengaruhi terhadap kondisi ketenagakerjaan sehingga pengangguran tetap bercokol di Jawa Timur pada bulan Agustus 2021. Penduduk usia kerja yang terkena dampak langsung akibat pandemi COVID-19 ini mencapai 3,35 juta jiwa atau 10,50 persen.

Penduduk angkatan kerja terdampak mencapai 3,26 juta (97,36 persen) orang/jiwa dan penduduk bukan angkatan kerja mencapai 88,53 ribu (2,64 persen) orang/jiwa.

Dampaknya pada penduduk angkatan kerja: 248,05 ribu (7,39 persen) orang/jiwa menjadi pengangguran, 240,35 ribu (7,16 persen) orang/jiwa sementara tidak bekerja, dan 2,77 juta (82,81 persen) orang/jiwa mengalami pengurangan jam kerja.

Faktor yang menjadi pendorong utama terhadap penurunan TPT bulan Agustus 2021 tersebut karena terjadi penurunan TPT laki-laki yang mencapai 0,26 persen poin.

Berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, TPT tertinggi SMK dan terendah SD ke bawah. Meski demikian, TPT SMK trennya menurun dan TPT SD ke bawah meningkat. TPT SMK menurun sebesar 2,35 persen poin dan TPT SD ke bawah meningkat 0,37 persen poin.

Berdasarkan tempat tinggal, TPT perkotaan lebih tinggi dari TPT pedesaan. TPT perkotaan mencapai 7,33 persen dan TPT pedesaan hanya 3,88 persen. Berdasarkan wilayah administrasinya, TPT tertinggi Kabupaten Sidoarjo dan terendah Kabupaten Pacitan. TPT Sidoarjo mencapai 10,87 persen dan TPT Pacitan hanya sebesar 2,04 persen.