“Laki-laki tak dikenal ini sempat memanggil Subairi. Mereka menanyakan kepada korban mengapa menggangu istri orang,” kata Widiarti menerangkan.
Usai membacok Subairi, dua laki-laki tak dikenal itu melarikan diri. Sementara istri Subairi berteriak minta tolong bantuan warga setempat karena melihat suaminya telah bersimbah darah.
Akibat kejadian itu, Subairi langsung dilarikan ke Puskesmas Ambunten dibantu warga. Di Puskesmas Subairi menghembuskan nafas terakhirnya, dengan kondisi luka robek disekujur tubuhnya.
“Sebelum dibawa ke Puskesmas, korban ini sempat meminta maaf kepada istrinya, sebelum akhirnya dia meminta segera dirujuk ke rumah sakit, sebab tidak kuat dengan luka bacokan yang melukai badannya. Sementara istri korban bingung dengan kejadian itu, mengapa suaminya berkata demikian,” kata Widiarti menguraikan, usai istri korban melaporkan kejadian tersebut pada polisi.
Hingga saat ini polisi terus melakukan penyelidikan kepada dua orang laki-laki yang tega menghilangkan nyawa Subairi.
Barang bukti (BB) yang dikantongi polisi berupa helm warna putih dengan stiker gambar bunga yang diduga milik pelaku.
Tidak hanya itu saja, sepasang sandal kulit warna hitam merk carviel diduga milik pelaku yang tertinggal di tempat kejadian juga diamankan pihak kepolisian.
“Kasus ini masuk tindak pidana pembunuhan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 atau 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP),” tandasnya.
