Profil Ringkas Kemiskinan di Surabaya 2021

Deretan Orang Miskin di Kawasan Bantaran Kali di Surabaya

Surabaya – Angka kemiskinan Kota Surabaya mengalami peningkatan signifikan tahun 2021. Penduduk dan rumah tangga miskin di kota ini tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota/kabupaten lain di Jawa Timur, Minggu (16/1/2022).

Lalu, bagaimana profil kemiskinan di Kota Surabaya? Berikut informasi tersebut yang dihimpun Tim Redaksi Madurapers dari Berita Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya 21 Desember 2021.

Penduduk miskin di Kota Surabaya per bulan Maret 2021 mencapai 152,49 ribu orang. Jumlah ini bertambah 21,94 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 dan bertambah sebesar 6,82 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2020.

Persentase penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai 5,23 persen. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 mengalami peningkatan sebesar 0,72 persen dan kondisi Maret 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,21 persen.

Garis Kemiskinannya pada bulan Maret 2021 sebesar 611,46 ribu per kapita per bulan. Dibandingkan dengan Maret 2019 bertambah sebesar 43.99 ribu per kapita per bulan atau meningkat sebesar 7,75 persen dan Maret 2020 bertambah sebesar 19.33 per kapita per bulan atau meningkat sebesar 3,26 persen.

BACA JUGA:  Dua Direksi PT HAI Divonis 4 Tahun Penjara Gegara Keterangan Palsu

Indeks Kedalaman Kemiskinannya kondisi Maret 2021 sebesar 0,750. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,130 poin dan kondisi Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 0,120 poin.

Indeks Keparahan Kemiskinannya Maret 2021 sebesar 0,170. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 mengalami peningkatan sebesar 0,020 poin dan Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 0,070 poin.

Karakteristik demografisnya, persentase keluarga miskin mayoritas kepala keluarganya laki-laki (98,71 persen). Rata-rata jumlah anggota rumah tangganya banyak, yakni sebesar 5 orang lebih. Kepala rumah tangganya berusia lebih tua (50 tahun lebih) daripada rumah tangga tidak miskin.

Sebagian besar kepala rumah tangga miskin berpendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Mennegah Pertama (SMP). Jenis pekerjaannya sebagian besar di sektor informal.

Kondisi rumah tangga miskin sangat padat, yakni dengan luas lantai rumah per kapitanya mencapai 8,29 meter persegi rata-rata dihuni oleh 5 orang lebih. Jenis lantainya terluas tidak berlantai tanah.

Rumah tangga miskin ini sebesar 19,02 persen merupakan penerima BPNT/sembako selama November 2020-Februari 2021.

BACA JUGA:  Profil Ringkas Kemiskinan di Pamekasan 2021

Pengeluaran rumah tangga miskin tersebut sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan untuk makan. Rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari 1,4 ribu kkal dan 43,27 persen mengkonsumsi protein.

Tinggalkan Balasan