Garis Kemiskinan (GK) September 2021 sebesar Rp486.168/kapita/bulan, meningkat Rp28.000 (6,11 persen) terhadap September 2020.
Komposisinya, Garis Kemiskinan Makanan (GK) Rp360.007 (74,05 persen)/kapita/bulan dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) Rp126.161 (25,95 persen)/kapita/bulan.
Kontribusi GKM 74,05 persen terhadap GK September 2021. Komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar GK adalah beras. Kontribusinya, di perkotaan 19,69 persen dan pedesaan 23,79 persen.
Sebaliknya, kontribusi GKBM 24,95 persen terhadap GK September 2021. Komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar GK adalah perumahan. Kontribusinya, di perkotaan 8,86 persen dan pedesaan 8,21 persen.
Indeks Kedalaman Kemiskinan September 2021 sebesar 1,67, menurun 0,08 (4,57 persen) poin terhadap September 2020.
Indeks Keparahan Kemiskinan September 2021 sebesar 0,42, menurun 0,05 (10,64 persen) poin terhadap September 2020.
Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan ini adalah: (1) partumbuhan ekonomi 3,51 persen, (2) pertumbuhan pengeluaran konsumsi 1,36 persen, (3) inflasi 0,36 persen, (4) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 6,49 persen, dan (5) bekerja di sektor informal 77,91 juta.
Data tersebut menunjukkan terdapat sebagian penduduk Indonesa yang belum sejahtera. Penduduk miskin ini sebagian besar berada di Jawa dan pedesaan dengan persentasenya masing-masing sebesar 52,91 persen dan 55,24 persen.
