Profil Singkat Kemiskinan di Jawa Timur 2021

Ilustrasi Peta Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur 2021

Surabaya – Angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur kembali mengalami peningkatan signifikan (positif) pada tahun 2021. Penduduk dan rumah tangga miskin di kota ini tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan provinsi lain di Indonesia, Minggu (23/1/2022).

Lalu, bagaimana profil kemiskinan di Jawa Timur tahun 2021? Berikut paparan informasi tersebut yang dihimpun oleh Tim Redaksi Madurapers dari Berita Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur 15 Juli 2021.

Penduduk miskin di Jawa Timur per bulan Maret 2021 mencapai 4,5 juta jiwa. Jumlah ini bertambah 153,6 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2020.

Persentase penduduk miskin pada bulan Maret 2021 mencapai 11,4 persen. Dibandingkan dengan kondisi bulan Maret 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,31 persen.

Angka kemiskinan ini mayoritas di pedesaan. Jumlahnya per bulan Maret 2021 mencapai 2,7 juta jiwa (60,0 persen) dan perkotaan 1,8 juta jiwa (40,0 persen).

Faktor yang mempengaruhi peningkatan angka kemiskinan ini adalah: (1) pandemi COVID-19, (2) inflasi, (3) beberapa komoditi mengalami perubahan indeks harga konsumen, dan (4) indeks upah buruh tanaman pangan mengalami kenaikan.

BACA JUGA:  Profil Ringkas Kemiskinan di Surabaya 2021

Garis Kemiskinan penduduk pada bulan Maret 2021 sebesar 429.133 ribu per kapita per bulan. Dibandingkan dengan kondisi bulan Maret 2020 mengalami peningkatan sebesar 13.13 ribu per kapita per bulan atau meningkat sebesar 3,16 persen.

Garis kemiskinan rumah tangga miskin pada bulan Maret 2021 sebesar 1,7 juta. Dibandingkan dengan kondisi bulan September 2020 mengalami penurunan sebesar 3,84 persen.

Komoditi makanan memberikan kontribusi besar (75,19 persen) terhadap garis kemiskinan. Garis kemiskinan ini lebih tinggi di perkotaan daripada pedesaan.

Garis kemiskinan penduduk miskin per kapita/bulan pada bulan Maret 2021 di perkotaan sebesar 441.709 ribu dan pedesaan sebesar 414.429, sedangkan rumah tangga miskin di perkotaan sebesar 1,8 juta dan pedesaan sebesar 1,4 juta.

Indeks Kedalaman Kemiskinannya kondisi bulan Maret 2021 sebesar 1,841. Dibandingkan dengan kondisi bulan Maret 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,023 poin atau 1,27 persen.

Indeks Keparahan Kemiskinannya Maret 2021 sebesar 0,429. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 0,001 poin atau 0,23 persen.

BACA JUGA:  Cerita Pilu Nelayan yang Hidupnya Bergantung pada Laut

Data tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan kemiskinan di pedesaan lebih tinggi daripada perkotaan. Indeks kedalaman Kemiskinan di pedesaan 2,485 dan perkotaan 1,309. Indeks Keparahan Kemiskinan di pedesaan 0,593 dan perkotaan 0,294.

Tinggalkan Balasan