Hukum  

Saksi Widowati Hartono Katakan Ada Pemekaran Wilayah Kelurahan, Dipa : Jangan Mengarang, Anda Bisa Saya Laporkan

Saksi Bambang Sutiono disumpah untuk memberikan keterangan yang sebenarnya sebelum memberikan kesaksian di persidangan (Sumber foto: Fajar Yudha Wardhana)

Surabaya – Persidangan perkara perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (21/12/2021) atas kepemilikan tanah seluas kurang lebih 6.850 meter persegi di Jalan Puncak Permai Utara III, Kelurahan Lontar antara Mulya Hadi (Penggugat) vs Widowati Hartono (Tergugat) dan Kantor Pertanahan Kota Surabaya I (Turut Tergugat) memasuki agenda Saksi Tergugat.

Pihak Tergugat Widowati Hartono yang diwakili Penasihat Hukum (PH) – nya Sandy K. Singarimbun, SH., MH menghadirkan dua saksi dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sudar tersebut. Kedua saksi itu adalah Wakil Ketua Ketua RW 12 Kelurahan Lontar, Triono dan Karyawan PT Darmo Permai Bambang Sutiono yang juga purnawirawan TNI.

Kedua saksi tersebut sama-sama menerangkan bila objek sengketa sebelumnya berlokasi di Kelurahan Pradah Kalikendal yang mana menurut mereka setelah ada pemekaran wilayah masuk ke Kelurahan Lontar. Uniknya, terjadi silang pendapat diantara kedua saksi itu.

Saksi Triono mengatakan pemekaran wilayah Kelurahan Pradah Kalikendal berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya. Sedangkan Bambang Sutiono menerangkan pemekaran wilayah dari Kelurahan Pradah Kalikendal ke Kelurahan Lontar diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 9.

BACA JUGA:  Saksi dari Mulya Hadi Ungkap Cara Widowati Hartono Kuasai Objek Sengketa dan Dugaan SHGB “Bodong”

Sontak saja, keterangan dari dua saksi tersebut menyulut reaksi dari pihak Penggugat Mulya Hadi melalui PH – nya Johanes Dipa Widjaja. Advokat yang karib dipanggil Dipa ini mengingatkan bila saksi sudah dibawah sumpah.

“Jangan mengarang dan memberikan kesaksian hanya berdasarkan asumsi. Anda bisa saya laporkan kalau memberikan keterangan bohong atau tidak benar,” seru Dipa kepada Triono yang sontak membuatnya pucat pasi.

Ketua Majelis Hakim Sudar juga ikut mengingatkan Triono. Dia meminta Triono agar berbicara sesuai fakta saja dan tidak berbelit-belit.

“Kalau tahu jawab tahu. Kalau tidak tahu jawab tidak tahu. Kalau tidak ingat jawab saja lupa,” pesan Sudar kepada Saksi Triono.

Lantas Dipa memberi tahu kedua saksi soal pemekaran wilayah Kelurahan Pradah Kalikendal ke Kelurahan Lontar sampai saat ini tidak pernah terjadi. Ia mengulang kembali keterangan beberapa saksi di persidangan sebelumnya yakni, mantan Lurah Lontar, Lurah Lontar aktif hingga Camat Sambikerep yang mengatakan Kelurahan Lontar sampai saat ini tidak pernah mengalami pemekaran wilayah, tetapi hanya pemekaran Kecamatan.

BACA JUGA:  Tertangkap Polisi Karena Sabu-sabu, Mantan Kades Sera Tengah Sumenep Tetap Sah Sebagai Cakades

Setah mendengar kesaksian Triono dan Bambang Sutiono, Ketua Majelis Hakim memutuskan menutup persidangan dan melanjutkan kembali tanggal hari Selasa 27 Desember 2021 agenda masih tetap Saksi Tergugat.

Dipa seusai persidangan berkomentar Saksi yang dihadirkan berkali-kali ditegur oleh Majelis Hakim karena berbelit-belit dan berubah-berubah keterangannya. Bahkan lucunya sambung Dipa, sampai PH Tergugat menegur saksinya sendiri.

“Saksi-saksi tersebut menerangkan tidak tahu dengan pasti ada pemekaran wilayah di Kelurahan Lontar. Yang jelas mereka menerangkan bahwa objek sengketa berada di Kelurahan Lontar.

Lebih lanjut Dipa menilai saksi yang dihadirkan tidak _qualified_ (tidak memenuhi syarat,Red). Salah satunya saksi yang dihadirkan yakni Bambang Sutiono mengaku sebagai pekerja serabutan di PT Darmo Permai yang tentunya tidak tahu menahu dengan pasti soal kepemilikian atas obyek sengketa.

“Anehnya lagi, ketika ditanya soal pekerjaan mengaku pensiunan TNI dan sudah bekerja sejak sekitar tahun 1995 di Darmo Permai. Masa anggota TNI bekerja di swasta,” sindirnya.

Sementara itu, Sandy K. Singarimbun memilih tidak berkomentar pada awak media. Ia setelah persidangan segera bergegas keluar meninggalkan PN Surabaya.

BACA JUGA:  Berkas Perkara Dugaan Pencabulan Anak SMA SPI Batu Mondar Mandir di Penyidik - JPU

Tinggalkan Balasan