Salahkan Warga Madura Terkait Lonjakan Covid-19, Kadinkes Jatim Mendapatkan Kritikan Pedas atas Pernyataannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Timur (Jatim) Herlin Ferliana

Bangkalan – Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Jawa Timur  (Jatim), Herlin Ferliana, viral di berbagai media sosial (Medsos) setelah menyebutkan orang Madura lalai menghadapi Covid-19,sehingga terjadi lonjakan yang sangat signifikan khususnya di Bangkalan.

Dalam video viral yang disiarkan beritajatimTV dan media lain, Herlin, Kadinkes Jatim menyalahkan masyarakat Madura dikarenakan sebagian besar orang Madura tidak mematuhi Prokes.

Hal itu memantik kritik pedas dari berbagai kalangan, salah satunya Ahmad Mudabir Selaku Koordinator Advokasi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Bangkalan (HMPB), menilai statement dari Kadinkes, Herlin Ferliana, dapat menimbulkan perpecahan, karena seolah- olah yang salah hanya orang Madura. Ia mengaku ucapan itu tidak pantas disebutkan oleh seorang pemimpin.

“Tidak sepatutnya seorang kepala dinas memberikan statement di publik seperti itu, kan yang masuk ke madura bukan hanya orang asli Madura, bisa saja orang luar Madura yang mempunyai kepentingan bisnis di Madura yang membawa covid-19,” ujarnya, Jumat (11/6/2021).

Pria yang akrab dipanggil Jabir itu mengatakan, sebagai pimpinan tidak boleh menyalahkan warga. 

BACA JUGA:  Katanya Berlangganan, kok Masih Dimintai Uang Parkir?

“Tidak seharusnya sebagai pimpinan orang nomor 1 di dinas kesehatan Jatim menyalahkan warga madura atas melonjaknya Covid-19,” katanya.

Sebaliknya hal tersebut bisa dicegah jika ada kepedulian dan kehadiran pemerintah agar tidak terjadi lonjakan Covid-19

“Lonjakan Covid-19 ini menunjukkan bahwa pemerintah baik di daerah maupun provinsi abai akan masyarakatnya, padahal setiap orang berhak mendapatkan perlindungan dan hal tersebut diatur dalam UU Dasar 45,” tegasnya.

Turut menanggapi, Irfan Mahmud, selaku Koordinator Pemuda Sampang atas statemen Herlin Ferliana yang kurang logis didengar, menurutnya, harusnya dia mencarikan solusi bukan malah membuat gaduh warga Pulau madura.

Irfan menegaskan, jika Kadinkes tidak meminta maaf, maka dia akan segera mengkoordinir pemuda se Madura untuk melaporkan  Kadinkes Jatim karena telah membuat Polemik Perpecahan.

“Seharusnya Kadinkes Jatim mencari solusi agar wabah ini tidak meningkat bukan malah menyalahkan, perlu adanya evaluasi agar ini tidak menjadi celah lebih buruk, maka  Kadinkes Jatim harus minta maaf sebelum kami mengkoordinir pemuda se-Madura untuk menindaklanjuti pernyataan itu,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Anggota Banggar Kritik Rancangan Perubahan KUA-PPAS Bangkalan Tahun 2021

Tinggalkan Balasan