Satpol PP Curigai Pembocor Informasi di Balik Aktivitas Cafe Apoeng Ketha

Fajar Santoso, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol-PP Kabupaten Sumenep, saat diwawancara awak media ini, Selasa 21/09/2021. (Moh Busri)

Sumenep — Berlangsungnya aktivitas terlarang yang terjadi di Cafe Apoeng Ketha Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, dicurigai terdapat sumber pembocor informasi di dalamnya.

Hal demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol-PP Kabupaten Sumenep, Fajar Santoso yang mengaku telah melakukan beberapa kali operasi, namun sulit mendapati aktivitas di area cafe.

“Penyekatan tempat karaoke itu sudah dilakukan dari dulu karena tidak ada izinnya. Khawatir itu juga digunakan untuk perbuatan yang melanggar hukum termasuk narkoba, miras,  atau mungkin perzinaan,” katanya pada media ini, Selasa (21/09/2021).

“Berikut ini sudah jarang kita temukan, karena di sana seperti tidak ada kegiatan sebab lampunya mati,” timpal dia.

Bahkan operasi ke cafe Apoeng Ketha ini tidak hanya dilakukan oleh pihak Satpol-PP, melainkan operasi gabungan bersama Polres Sumenep. Sayangnya pada saat penegak ketertiban sampai ke lokasi, ternyata semua orang telah keluar dari area cafe.

“Saya sering melakukan operasi, cuma ketika saya datang tiba-tiba orang itu sudah keluar, setiap kita operasi gabungan. Maklum ya, gabungan kita ini serentak bersama Polri dan Perizinan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dinsos Sumenep Bekali Gepeng Dengan Pelatihan Wirausaha

Sedangkan terkait penutupan tempat-tempat cafe yang terdapat ruang karaoke tertutup di dalamnya, menurut Santoso hal itu adalah tugas pihak Perizinan. Sementara Satpol-PP hanya bertugas melakukan pendampingan dan pengamanan.

“Seharusnya perizinan sendiri yang melakukan penutupan. Jadi Room yang tidak ada izinnya silahkan ditutup dengan minta pendampingan kepada Satpol PP. Kalau kita sudah mengajak perizinan, jadi silahkan lakukan penutupan dan tugas kami hanya mendampingi,” paparnya.

“Sebenarnya ini yang bertanggung jawab adalah OPD teknisnya, kalau soal izin itu di Satpol PP ada Kepala Bidang Perda. Sementara bidang saya adalah melakukan operasi kalau di situ sudah ada gangguan ketentraman,” tambahnya.

Sekalipun Polres Sumenep dan Satpol-PP setempat sering melakukan operasi gabungan, namun Santoso mangaku bahwa pihak Polres tidak pernah ada koordinasi soal kebocoran informasi yang diketahui terlebih dahulu oleh pihak cafe.

“Polres tidak pernah koordinasi dengan kita, tapi kita sering operasi gabungan dengan Polres. Cuma selama kita lakukan operasi ke Apoeng Ketha, aktivitas di sana tidak ada,”

BACA JUGA:  Gratis! BPRS Bhakti Sumekar Sediakan 200 Gelas Es Jeruk bagi Pengunjung

Sehingga dari beberapa kali operasi gabungan ke Cafe Apoeng Ketha ini yang tidak kunjung menemukan bukti aktivitas, maka dirinya mencurigai bahwa terdapat pembocor informasi di dalamnya.

“Bisa saja ada kebocoran informasi, karena kita bersama Polres, TNI, Perhubungan dan Perizinan. Saya bukan mengatakan anggota saya bersih, jadi bisa saja yang membocorkan adalah anggota kita. Namun kalau anggota saya yang ditemukan seperti itu maka akan saya lakukan tindakan tegas,” tandanya.

Tinggalkan Balasan