Sumenep Upayakan Kenyamanan Wisatawan dengan Perbup

Fatimatus Zuhra, Kabid Pemasaran Disparbupora Sumenep
Fatimatus Zuhra, Kabid Pemasaran Disparbupora Sumenep. (Istimewa)

Sumenep – Berbicara destinasi wisata, tentu bukan hal yang baru bagi Kabupaten Sumenep, Madura. Sebab, kabupaten yang dikenal dengan kota keris ini memang memiliki banyak tempat wisata.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) setempat mencanangkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pramuwisata.

Pembahasan yang tertuang dalam Perbub ini adalah tentang hak kewajiban pramuwisata serta wisatawan yang bertujuan untuk mendorong suksesi destinasi wisata di kota keris tersebut.

Sebenarnya, Perbub itu terdapat satu program yang disebut one bis one guide. Maksudnya untuk satu bis pariwisata yang ingin berkunjung ke beberapa titik distinasi wisata di Kabupaten Sumenep diwajibkan menggunakan serta membayar guide (pemandu) Pariwisata Sumenep.

Lebih jelas, Kabid Pemasaran Disparbupora, Fatimatus Zuhra mengungkapkan bahwa hingga saat ini Perbub itu masih dalam proses pengkajian di bagian hukum.

“Sampai saat ini Perbup itu masih ditelaah di bagian hukum. Artinya masih belum terbit,” katanya, Jumat (10/09/2021).

Selain membahas tentang hak serta kewajiban pramuwisata dan wisatawan, Perbub tersebut juga berisi terkait sanksi-sanksi yang akan diberikan jika terdapat pelanggaran.

BACA JUGA:  Lindungi Anak dari Omicron, Ini Strategi Dinkes dan P2KB Sumenep

“Termasuk sanksi-sanksinya, pembinaannya kepada mereka kita atur semuanya disitu,” jelasnya.

Sekalipun peraturan tersebut sudah ditunggu-tunggu oleh pihak pelaku wisata, ternyata hingga saat ini Zuhra mengaku belum mengantongi Perbub tersebut.

“Kita sebagai pemerintah memfasilitasi dan harus mengatur,” dalihnya.

Menurut dia, dengan peraturan ini pihak pelaku wisata akan nyaman berkunjung serta bekerja. Sebab, sudah diatur segala hak dan kewajibannya. Sekalipun sampai sekarang belum dapat dipastikan jelas seperti apa peraturannya.

“Jadi kalau sudah ada kepastian hukum, mereka bekerja dan datang kesini itu nyaman, karena sudah ada kepastian hukum,” paparnya.

Setelah Perbub ini terbit, maka pihak Disparbudpora akan mensosialisasikan hal itu terlebih dahulu, sebelum benar-benar diterapkan.

“Harapan kami kedepan, wisatawan bisa semakin bertambah karena nyaman terlindungi. Pramu wisata juga bekerja nyaman karena juga dilindungi oleh aturan. Mudah-mudahan dengan adanya Perbup ini dapat bermanfaat bagi para pelaku wisata di Sumenep,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan