Sumur Migas Baru Meresahkan, Nelayan Tanjungbumi Akan Surati Menteri ESDM

Nelayan Tanjungbumi melakukan musyawarah di Desa Macajah, Tanjungbumi, Bangkalan. Minggu, (10/10/2021)

Bangkalan – Nelayan melakukan musyawarah di Desa Macajah, Kecamatan Tanjungbumi, KabupatenBangkalan, Madura. Pasalnya, nelayan dapat informasi bahwa di wilayah pantai Utara (Pamtura) akan segera beroperasi sumur migas baru.

Akibatnya, para nelayan resah dan kuatir mendengar kabar tersebut. Keresahan nelayan ini, dikarenakan mereka mendengar kabar tersebut dari mulut ke mulut, bukan informasi resmi dari PHE WMO ataupun SKK Migas. Oleh karenanya, nelayan Tanjungbumi akan surati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI).

Menurut Massum, salah seorang nelayan mengungkapkan, bahwa ketakutan itu bermula dari informasi yang tidak akurat, nelayan takut jika informasi yang didapat akan terjadi, menurutnya megas akan beroperasi sumur migas baru di Tanjungbumi. Jika itu terjadi, maka akan merusak rumpon, jaring, bubuh, dan alat tangkap nelayan yang lain yang bertebaran di sepanjang pantai Utara Bangkalan.

“Kami masih trauma dengan sumur migas di lepas pantai Macajah, alat tangkap nelayan kami banyak yang menjadi korban dan tidak ada tanggup jawab dari pihak Pertamina,” ungkapnya, Selasa, (12/10/2021).

BACA JUGA:  Anggota DPRD Bangkalan: RKPD 2023 Ideal Sinkron dengan RPJMD 2018-2023

Sementara, Tofan Nufade salah satu tokoh yang mendampingi nelayan merespon adanya informasi yang beredar. Menurutnya, kekhawatiran para nelayan membuatnya tegas dalam melakukan pelaporan ke Kementerian ESDM, “Kami sadar bahwa pengelolaan migas ini adalah amanah UUD, tapi negara tidak boleh mengabaikan dan mengorbankan hak-hak nelayan”.

“Kami akan segera berkirim surat ke Kementerian ESDM, Pertamina Pusat dan SKK Migas Pusat” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan