Sampang – Gelombang penolakan terhadap rencana eksploitasi Sumur Barokah oleh perusahaan migas asal Malaysia, Petronas, menguat di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Warga menilai aktivitas pengeboran di perairan setempat berisiko besar merusak biota laut dan mengancam keberlangsungan hidup ribuan nelayan pesisir.
Penolakan mencuat setelah masyarakat mengetahui lokasi sumur disebut berada relatif dekat dengan daratan Ketapang. Jarak yang dinilai terlalu minim itu memicu kekhawatiran akan potensi dampak serius jika terjadi kebocoran atau insiden teknis lainnya.
“Lokasinya terlalu dekat dengan daratan dan itu sangat berbahaya. Dampaknya bisa merusak biota laut dan membuat mata pencaharian nelayan semakin terpuruk,” ujar Mat, salah satu warga Ketapang, kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).
Ancaman Laut dan Darat
Warga menilai risiko eksploitasi tidak hanya mengancam ekosistem laut, tetapi juga daratan.
Warga Ketapang yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pertanian dinilai berada dalam posisi rentan.
“Risikonya terlalu tinggi. Kalau sampai bocor, bukan hanya laut yang terdampak, daratan juga bisa rusak. Lahan pertanian masyarakat terancam,” katanya.
Kecamatan Ketapang dikenal sebagai kawasan pesisir dengan aktivitas tangkap nelayan tradisional yang masih dominan. Kerusakan biota laut akibat pencemaran minyak berpotensi memukul pendapatan nelayan dalam jangka panjang.
Sejumlah warga juga menyoroti potensi dampak ekologis seperti rusaknya terumbu karang, menurunnya populasi ikan, serta pencemaran perairan yang bisa menjalar hingga garis pantai.
Transparansi Dipertanyakan
Selain aspek lingkungan, warga mempertanyakan transparansi perusahaan terkait analisis dampak lingkungan (Amdal) dan realisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Sejauh ini, menurut warga, belum ada penjelasan komprehensif mengenai mitigasi risiko maupun manfaat konkret yang akan diterima masyarakat sekitar.
“Kami tidak pernah benar-benar dilibatkan. CSR-nya apa? Untuk siapa? Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton di tanah sendiri,” ujar seorang tokoh pemuda setempat.
Ancaman Aksi Demonstrasi
Merasa aspirasi mereka belum terakomodasi, warga Ketapang menyatakan akan meminta pendampingan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menggelar aksi demonstrasi.
Mereka mendesak agar rencana pengeboran Sumur Barokah di perairan Ketapang dihentikan sampai ada jaminan keselamatan lingkungan dan kepastian perlindungan ekonomi masyarakat pesisir.
Penolakan ini menambah daftar panjang resistensi warga terhadap proyek eksploitasi sumber daya alam yang dinilai minim partisipasi publik dan berisiko tinggi terhadap lingkungan.
