Deretan Resto di Tanjung Bumi Bangkalan Menjadi Destinasi Wisata Kuliner Desa yang Menarik Bagi Wisatawan

Indah: Pemandangan wisata Kuliner "Juk Korong" desa Bumianyar kecamatan Tanjung Bumi Bangkalan

Bangkalan– Kawasan Tanjung Bumi Bangkalan Madura, menjelma menjadi destinasi wisata kuliner, tidak hanya kuliner yang menggoyang lidah, namun juga pemandangannya yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Wisata ini sekaligus menjadi peluang kerja baru bagi warga Tanjungbumi, serta menjadi bonus terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Meskipun kawasan Tanjungbumi terkenal dengan icon batiknya, ternyata banyak macam objek wisata yang menjadi potensi dan daya tarik bagi wisatawan karena banyak terdapat objek wisata yang tidak kalah menarik dengan tempat lainnya.

Kepala desa Bumianyar, Hartono menjelaskan awal mula adanya wisata kuliner di desa Bumianyar tidak lepas dari peran serta masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami juga melakukan study banding ke Prigen Kabupaten Pasuruan, di sana banyak desa yang awalnya kurang produktif akhirnya menjadi desa berkembang dan kami tertarik untuk membangun wisata kuliner bersama masyarakat Bumianyar agar menjadi desa yang berkembang dan produktif”.

“Membuka wisata kuliner ini awal mulanya study banding ke Prigen Pasuruan mas, lalu,saya berinisiatif untuk membangun desa bersama-sama masyarakat Bumianyar untuk menjadikan desa yang produktif dan bisa menjadi peluang kerja untuk warga Bumianyar khususnya, akhirnya terciptalah desa yang kami rasakan saat ini mas,” ungkap Hartono selaku Kepala Desa Bumianyar saat di wawancarai oleh Madurapers.com, Rabu, (10/3/2021).

BACA JUGA:  Kampanye BI: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Selain itu, pihaknya juga menyebutkan bahwa, proses perekrutan pekerja di wisata kuliner ini 85% diambil dari putra desa Bumianyar sendiri.

Adapun terkait lowongan kerja, saat ini terhitung jumlah tempat yang menjadi peluang kerja warga Bumianyar ada sekitar 21 tempat yang sampai saat ini masih berjalan.

“Pekerja di 21 tempat itu murni asli orang Bumianyar, karena itu juga ada kaitannya dengan desa. Dari situ kami melakukan perekrutan yang mau bekerja di wisata-wisata kuliner yang ada di Bumianyar ini mas”, jelasnya.

Tinggalkan Balasan