Alasan umumnya, orang Islam memberikan maaf atas kesalahan orang lain hal ini karena diperintahkan oleh agama Islam.
Namun selain itu, perbuatan ini termasuk implementasi iman yang sempurna kepada Allah S.W.T., sifat yang disukai Allah S.W.T., dan orang tersebut termasuk salah satu calon penghuni surga.
Perbuatan tersebut termasuk implementasi iman yang sempurna, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w: “Barangsiapa mencintai orang lain karena Allah, membenci orang lain karena Allah, ia memberi kepada orang lain karena Allah dan memberi juga karena Allah, maka sungguh imannya telah sempurna.” (HR. Abu Dawud)
Perbuatan tersebut disukai oleh Allah S.W.T., sesuai dengan firman Allah S.W.T: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan marahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imron: 134)
Orang yang melakukan perbuatan tersebut termasuk salah satu penghuni surga sesuai dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w: “Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di surga, hendaknya ia memaafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menambung silaturrahim kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani)
