“Kalau diolah di sekolah, distribusinya jelas lebih cepat, tidak butuh gudang besar, dan kualitas makanan lebih terjaga karena langsung tersaji,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Madura itu.
Said juga menekankan pentingnya keterlibatan tenaga pendidik dalam program ini. Dengan adanya dapur MBG di sekolah, guru tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga turut mengawal keberlangsungan program demi kesehatan siswa.
“Keterlibatan guru akan lebih proaktif. Dengan model MBG sekarang, guru kan susah. Kalau dapurnya langsung di sekolah, mau tidak mau, moralitas guru menuntut mereka ikut terlibat,” ungkapnya.
