Begini Pemkab Sumenep Menyikapi Virus Corona Omicron Varian Baru

Madurapers
Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi. (Sumber Foto: Istimewa)

“Tapi tanpa dukungan masyarakat, stakeholder, tokoh agama, pemuda, kiai, dan pondok pesantren, saya kira tidak bisa dicapai jika tidak bergerak bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat dalam capaian vaksinasi,” pintanya.

Vaksinasi Covid-19 di Sumenep saat ini masih difokuskan kepada masyarakat umum, sedangkan pada anak usia 6-11 tahun, baru akan dimulai setelah mencapai 50 persen vaksinasi di bumi Sumekar.

“Karena vaksinasi untuk anak nantinya akan menjadi salah satu kebijakan yang tidak hanya di pemerintah pusat tapi juga Pemerintah daerah,” ungkapnya.

“Berikutnya untuk anak akank itu perlu, karena virus omicron itu informasinya menyerang anak-anak dan remaja,” sambungnya.

Selain itu, Rahman juga akan melakukan testing tracing dengan cukup ketat di perbatasan Sumenep. Upaya ini dilakukan agar masyarakat yang datang dari luar Sumenep tetap mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) Covid-19.

“Mereka harus dikarantina, termasuk imigran misalnya, wajib di karantina sepuluh hari. Kita perlu deteksi awal orang luar yang masuk ke Sumenep,” pungkasnya.

Untuk itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep akan meningkatkan operasi Yustisi yang sudah disepakati bersama Kapolres dan Bupati.

Adapun peningkatan operasi Yustisi tersebut akan dilaksanakan menjelang peringat Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2022. Tepatnya dimulai pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.