Menurutnya, bukan persolan rugi karena tertipu dari madu palsu tersebut. Namun, pihaknya menyayangkan, jika masih banyak warga yang ingin mencari rezeki dengan cara kotor dan menipu pembeli. Hal ini diduga kuat demi merauk keuntungan besar dengan menghalalkan berbagai cara.
“Awalnya dia ngaku bawa tiga botol madu, dan tinggal satu botol yang belum laku. Akhirnya saya beli karena kasihan. Tapi setelah saya buka malah berisi cairan gula jawa,” terangnya
Hendra mengungkapkan madu tersebut dibelinya dengan harga Rp 100 ribu. Awalnya, penjual menawarkan harga Rp 250 ribu, hingga akhirnya tawar menawarpun terjadi.
Pihaknya juga berharap, agar warga bisa berhati-hati saat membeli madu. Apalagi penjual madu keliling yang belum tentu benar keasliannya.
“Saya berharap warga bisa berhati-hati lagi saat membeli madu. Jangan gampang percaya omongan penjual dengan nada melas. Baru bisa jeli saat membeli sesuatu,” pungkasnya.
Pastikan madu berasal dari peternakan mana, ketahui juga jenis lebah yang menghasilkan madu tersebut, serta pakan yang dikosumsi lebah. “Dari situ, konsumen dapat memastikan apakah madu yang hendak dibeli merupakan madu murni atau oplosan,” Tandasnya.
