Berawal dari Tidak Tega, Pemuda Asal Sumenep Ditipu Penjual Madu

Hendra saat menunjukkan madu palsu yang berisi gula jawa. (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Madu merupakan suatu pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah. Rasanya yang manis, membuat madu sering menjadi sebagai pengganti gula. Selain rasanya yang lezat, madu juga populer dengan kandungan nutrisinya yang menyehatkan tubuh.

Selain itu, cairan manis dan kental ini telah digunakan dalam banyak keperluan selama berabad-abad pengobatan. Salah satu yang paling dikenal adalah penggunaan madu dalam mengobati masalah pencernaan dan ketidakseimbangan pada tubuh.

Namun, nasib malang menimpa salah satu warga Kabupaten Sumenep yang tak semanis madu. Pasalnya, niat membeli madu untuk dikonsumsi sehari-hari, malah ditipu oleh penjual madu keliling.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis madurapers.com, warga tersebut bernama Hendra (26), warga asli Kabupaten Pamekasan. Yang sehari-hari berprofesi sebagai wartawan yang sedang ditugaskan di Sumenep. 

Dirinya mengatakan, awalnya merasa kasihan kepada seorang Kakek paruh baya yang menawarkan dagangannya kepada masyarakat di pinggir jalan Kota. Atas dasar kasihan itu, akhirnya memutuskan membeli madu yang dijual Kakek tersebut.

“Saya beli madu yang dijual seorang kakek di jalan. Saya merasa kasian karena dia mengaku jual madu seharian tak laku-laku,” ungkapnya pada jurnalis madurapers.com, Selasa (30/11/21) kemaren.

BACA JUGA:  Merasa Dirugikan, KPPG Sumenep Tuding Pemdes Gadu Barat Hanya Umbar Janji

Pihaknya memaparkan, sebelum melakukan transaksi pembelian sempat mengobrol dengan kakek tersebut. Dari obrolan tersebut, penjual madu berasal dari Desa Sergang, Kecamatan Batuputih Kabupaten stempet.

Menurutnya, bukan persolan rugi karena tertipu dari madu palsu tersebut. Namun, pihaknya menyayangkan, jika masih banyak warga yang ingin mencari rezeki dengan cara kotor dan menipu pembeli. Hal ini diduga kuat demi merauk keuntungan besar dengan menghalalkan berbagai cara.

“Awalnya dia ngaku bawa tiga botol madu, dan tinggal satu botol yang belum laku. Akhirnya saya beli karena kasihan. Tapi setelah saya buka malah berisi cairan gula jawa,” terangnya

Hendra mengungkapkan madu tersebut dibelinya dengan harga Rp 100 ribu. Awalnya, penjual menawarkan harga Rp 250 ribu, hingga akhirnya tawar menawarpun terjadi.

Pihaknya juga berharap, agar warga bisa berhati-hati saat membeli madu. Apalagi penjual madu keliling yang belum tentu benar keasliannya.

“Saya berharap warga bisa berhati-hati lagi saat membeli madu. Jangan gampang percaya omongan penjual dengan nada melas. Baru bisa jeli saat membeli sesuatu,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kejari dan Penyidik Saling Tuding Atas Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep, Ada Apa?

Pastikan madu berasal dari peternakan mana, ketahui juga jenis lebah yang menghasilkan madu tersebut, serta pakan yang dikosumsi lebah. “Dari situ, konsumen dapat memastikan apakah madu yang hendak dibeli merupakan madu murni atau oplosan,” Tandasnya.

Tinggalkan Balasan