Chairman ADBC dan APRACA, Qian Wenhui, menekankan tiga makna strategis ekonomi sirkular dalam sektor pertanian. Pertama, transformasi limbah menjadi sumber daya dapat mengurangi tekanan lingkungan.
Kedua, praktik pertanian sirkular seperti tumpangsari dan penggantian pestisida kimia memperkuat ketahanan pangan. Ketiga, konsep ini mendukung pencapaian target iklim global termasuk pengurangan emisi karbon.
Ekonomi sirkular turut mendorong pemanfaatan limbah pertanian sebagai energi terbarukan. Ini mendukung perlindungan biodiversitas dan menciptakan sistem pertanian yang lebih adaptif.
APRACA sebagai forum pembiayaan pertanian memainkan peran penting dalam memperluas praktik keuangan berkelanjutan. Forum ini menjadi ajang berbagi pengetahuan antarnegara Asia Pasifik.
Turut hadir dalam pertemuan ini pejabat senior dari bank sentral Bangladesh, Kamboja, dan Nepal. Kolaborasi antarnegara diharapkan mempercepat adopsi ekonomi sirkular di kawasan.
