BMKG Sumenep Imbau Masyarakat Mewaspadai Fenomena La Nina hingga Tahun 2022

Petugas Syahbandar Pelabuhan Masalembu Wilker Karamaian Sumenep melaksanakan Kegiatan PAM Embarkasi dan Debarkasi Kapal KM Sabuk Nusantara 99 Rute Surabaya-Masalembu (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget, Sumenep, mengimbau warga untuk waspada terhadap fenomena La Nina hingga awal tahun 2022.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget, Usman Kholid menuturkan mengatakan bahwa La Nina merupakan fenomena musim global di Indonesia termasuk di Kota Keris.

“Fenomena La Nina di Sumenep diprediksi akan berlangsung hingga Februari 2022,” ujar Usman kepada jurnalis madurapers.com saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Kamis (11/11/21).

Pihaknya menyebutkan bahwa fenomena La Nina disebabkan adanya kenaikan suhu di permukaan laut Pasifik bagian tengah dan timur, sehingga akan menyebabkan curah hujan yang sangat tinggi.

“Fenomena ini perlu diwaspadai di tahun ini karena berpotensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, hujan deras dan sebagainya”, paparnya.

“Berdasarkan catatan dari tahun 2020, peningkatan curah hujan di Kabupaten Sumenep mulai meningkat dari 20 sampai 70 persen dari rata-rata hitungan dalam sebulan”, sambungnya.

Untuk itu, lanjut Usman, masyarakat Sumenep termasuk operator kapal dan nelayan supaya selalu waspada dan berhati-hati dengan cuaca ekstrem di lautan.

BACA JUGA:  Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Camat Kota Sumenep: Saya Tidak Tahu

“Para operator kapal dan nelayan kami imbau agar selalu berkoordinasi dengan BMKG maupun syahbandar ketika akan beroperasi di lautan. Itu untuk mengetahui kondisi perkembangan gelombang di lautan,” tutupnya.

Penulis: Fauzi
Editor: Ady

Tinggalkan Balasan