Belakangan, dengan maraknya rekaman video amatir yang diunggah di media sosial, masyarakat Madura, terutama Bangkalan mulai gamang dengan kebenaran gelombang kedua Covid-19 ini. Data angka yang tersebar di media sosial maupun pengumuman di masjid-masjid kampung tentang kematian penduduk, tetap perlu identifikasi valid dari pihak-pihak yang ditunjuk dan berwenang untuk memberikan informasi yang benar.
Dengan adanya kejadian tersebut, Sekretaris Fraksi Amanat Golongan Karya DPRD Bangkalan, Abd. Asiz, mengaku sangat terpukul, dirinya menganggap bahwa kejadian ini ada yang tidak sinkron.
”Saya rasa Nakes perlu mengevaluasi adanya kejadian yang terjadi kepada AF ini, kasian kalau hal yang serupa dibiarkan begitu saja,” ujar Asiz yang menduduki kursi perwakilan rakyat daerah itu.
Kemudian, Asiz sapaan lekatnya berharap agar memerintah terkait mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, agar covid ini tidak merugikan masyarakat, mulai dari ekonominya maupun pengetahuannya, masyarakat perlu edukasi bukan malah membodohi masyarakat.
“…saya selalu wakil rakyat di Bangkalan sangat prihatin dengan kejadian ini karena ini bukan pencerahan agar masyarakat tidak kepikiran tentang covid ini, melainkan pembodohan buat masyarakat,” harapnya.
