Hal itu diketahui berdasarkan hasil pengecekan tim DKPP yang turun langsung ke wilayah Kecamatan Rubaru. Hasilnya, dari 52 hektar lahan yang ditanami 43 hektarnya sudah panen.
“Keunggulan varitas bibit bawang merah yang ditanam di Rubaru memang lebih tahan hama walaupun ditanam di musim penghujan,” tegas Arif.
Untuk itu, pihaknya berencana pada Mei 2022 nanti akan kembali menggelontor bantuan bibit bawang merah kepada 14 desa yang tersebar di dua kecamatan.
“Rencana di seluruh desa, Kecamatan Rubaru dan 4 desanya di Kecamatan Pasongsongan,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Bupati Fauzi langsung berbaur dengan para petani di sawah sambil berdiskusi seputar harga bawang merah.
Kepada sejumlah awak media, dirinya mengaku hanya memastikan pascapanen awal panen bibit bawang merah dari DKPP setempat.
“Alhamdulillah, panen kali ini berhasil, kami berharap di musim panen berikutnya juga semakin meningkat,” ungkap Fauzi penuh bersyukur.
Jika saat ini hasil panen bawang merah petani dijual di pasar dan dikirim ke berbagai daerah. Maka ke depan, lanjut Bupati Fauzi, Pemkab akan melakukan produksi menjadi aneka olahan.
“Target kami ke depan, bawang merah ini akan menjadi aneka olahan seperti pasta bawang, bawang goreng dan lain semacamnya,” pungkasnya.
