Hikmah  

Apa Itu Doa?

Redaksi
Tangan
Ilustrasi pengangguran menatap peluang kerja di Jawa Timur

Dalam konteks komunikasi dengan Tuhan, doa adalah permohonan atau permintaan kepada Allah S.W.T., melalui ucapan lidah atau getaran hati dengan menyebut nama Allah S.W.T., yang baik, sebagai ibadah atau usaha memperhambakan diri kepada-Nya (Mursalim, 2011).

Sifat doa adalah pelayan yang meminta bantuan, memohon pertolongan, dan mengungkapkan ketidakberdayaan kepada Allah S.W.T., serta juga tidak bersalah atas semua tindakannya (“Al-Khitibi”, Muhajarah, 2016).

Sumber daya dan usaha doa adalah tanda pemujaan, tunjukkan kelemahan manusia, tetapi itu juga memuji Allah S.W.T., meningkatkan kepercayaan diri dan sifat Allah S.W.T., yang Maha Agung dan Maha Pemberi (“Al-Khitibi”, Muhajarah, 2016).

Peranan doa, pertama, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah S.W.T. Kedua, tanda selamat dari kesombongan. Ketiga, salah satu sebab untuk menangkal kemurkaan Allah S.W.T.

Keempat, sebab lapangnya hati, hilangnya kesusahan, sinarnya kegundahan, dan mudahnya segala urusan (Hammam, 2010).

Keutamaan doa, pertama, di sisi Allah S.W.T., melebihi dari segala keutamaan. Kedua, senjata bagi orang mukmin (ibadah), yang menghadapkan hati kepada Allah S.W.T., dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

Ketiga, dzikir kepada Allah S.W.T., yang merupakan obat jiwa, menghilangkan kesusahan, dan menjauhkan dari dosa. Keempat, mengingat Allah S.W.T., sehingga Allah S.W.T., mengingatnya (Ja’far, 2012).

Manfaat doa, antara lain: (1) keinginan dapat dikabulkan oleh Allah S.W.T., dan mengurangi stress, (2) melenyapkan putus asa, (3) psikologi menjadi stabil, (4) mengembangkan potensi diri, (5) menghindari kekacauan hidup, (6) menolak bala, (7) menyembuhkan penyakit, dan (8) mendapatkan solusi kesulitan hidup dan kesuksesan hidup (El-Sulthani, 2011).