Dengan perkembangan terbaru ini, total sudah 50 korban dari 67 kantong jenazah yang berhasil diidentifikasi.
Proses ini dilakukan dengan metode ilmiah oleh tim DVI yang terdiri dari dokter forensik, kepolisian, dan tenaga ahli.
Khusnan menegaskan identifikasi jenazah menjadi kunci untuk memastikan keluarga korban bisa segera menerima dan memakamkan dengan layak.
“Kami terus berupaya mempercepat proses identifikasi, namun tetap mengutamakan ketelitian dan kehati-hatian dalam setiap tahapannya,” tegasnya.
Identitas dua korban yang baru teridentifikasi:
- Alfin Mutawakkil Alallah – asal Bangkalan.
- Muhammad Iklil Ibrahim Al Aqil – asal Jember.
Tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny pada Kamis (9/10) malam meninggalkan duka mendalam. Proses identifikasi jenazah menjadi perhatian publik, seiring banyaknya keluarga santri yang menunggu kepastian.
