Bangkalan – Donat telah menjadi camilan populer sejak diperkenalkan oleh waralaba Amerika di Indonesia pada 1985. Kudapan berbentuk bulat dengan lubang di tengah ini terus berkembang dengan berbagai variasi rasa dan topping unik.
Sejarah donat tidak memiliki satu asal yang pasti karena banyak budaya memiliki versi roti goreng mereka sendiri. Namun, catatan menunjukkan bahwa Belanda telah membuat olykoeks atau “kue minyak” sejak awal abad ke-19.
Olykoeks merupakan bola adonan yang digoreng dalam lemak babi hingga cokelat keemasan. Karena bagian tengahnya sulit matang, kue ini sering kali diisi dengan buah atau kacang untuk menghindari bagian mentah.
Saat imigran Belanda bermigrasi ke Amerika, mereka membawa serta tradisi pembuatan olykoeks. Seiring waktu, kue ini mengalami modifikasi yang akhirnya membentuk donat modern.
Bentuk donat dengan lubang di tengah pertama kali diperkenalkan oleh Hansen Gregory pada 1847. Gregory, seorang kapten kapal Amerika, membuat lubang untuk memastikan adonan matang merata saat digoreng.
Ia terinspirasi dari bentuk kemudi kapal yang memiliki lubang di tengah. Inovasi ini tidak hanya membuat donat lebih matang sempurna tetapi juga memberikan bentuk khas yang dikenal hingga kini.
Asal-usul nama “donat” juga menjadi perdebatan. Beberapa sumber menyebut nama ini berasal dari kacang yang dimasukkan ke dalam adonan, sementara yang lain mengaitkannya dengan “simpul adonan.”
