Evolusi Donat: Dari Olykoeks Belanda hingga Tren Global

Madurapers
Donat tak memiliki satu asal yang pasti, namun catatan sejarah menunjukkan bahwa Belanda telah membuat olykoeks atau kue minyak sejak abad ke-19
Donat tak memiliki satu asal yang pasti, namun catatan sejarah menunjukkan bahwa Belanda telah membuat olykoeks atau kue minyak sejak abad ke-19 (Dok. Madurapers, 2025).

Istilah “doughnut” pertama kali muncul dalam publikasi Washington Irving pada 1809. Pada awal 1900-an, banyak orang mulai menyingkatnya menjadi “donut,” yang kini lebih sering digunakan dalam bahasa Inggris modern.

Pada 1920, Adolph Levitt, seorang imigran Rusia, menciptakan mesin donat otomatis pertama. Penemuan ini mempercepat produksi dan membuat donat semakin populer di seluruh Amerika.

Donat menjadi ikon sarapan setelah diperkenalkan dalam World’s Fair di Chicago pada 1934. Sejak itu, berbagai gerai donat bermunculan, termasuk merek besar seperti Krispy Kreme dan Dunkin’ Donuts.

Tren kuliner terus berkembang, dan kini donat artisan mulai diminati. Berbeda dengan produksi massal, donat buatan tangan menawarkan cita rasa yang lebih eksklusif dan unik.

Di Amerika, variasi modern seperti donat maple bacon dan sandwich es krim donat menjadi favorit. Bahkan, beberapa restoran menggunakan donat sebagai pengganti roti dalam burger mereka.

Indonesia juga mengikuti tren ini dengan menghadirkan donat bercita rasa lokal. Beberapa varian populer termasuk donat pandan kaya dan donat dengan topping daging asap sei khas Nusa Tenggara Timur.

Kombinasi rasa baru terus bermunculan, menjadikan donat lebih dari sekadar camilan biasa. Dengan kreativitas yang tak terbatas, donat tetap bertahan sebagai makanan favorit lintas generasi.