Harga Turun Drastis, Petani Bawang Merah di Pamekasan Mengeluh

Hasil panen petani bawang merah di kabupaten Pamekasan (Doc. Nur)

Pamekasan – Petani bawang merah di Pamekasan keluhkan terkait harga jual bawang merah yang turun drastis dan tidak stabil di pasaran.

Anam, salah satu petani bawah merah di Pamekasan menyampaikan, harga bawang merah pada musim panen kali ini merosot drastis. Ia mengaku biasanya menjual  dari harga 24 ribu sampai 30 ribu/Kg. Tetapi kali ini harga jual bawang di Pamekasan berada di kisaran harga 10 ribu hingga 14 ribu/Kg.

“Musim panen kali ini petani banyak yang mengeluh dengan harga yang sangat tidak stabil dari biasanya, Mas, secara normatif harga bawang 25-30rb per-kilo sekarang turun drastis menjadi 10-14rb per-kilo,” ujar Anam saat diwawancarai oleh awak media Madurapers, Rabu, (31/3/2021)

Selain itu, Anam juga menyebutkan bahwa pengelolaan bawang dari awal hingga panen harus betul-betul intensif dan diperhatikan. Biaya  yang dikeluarkan juga sangat besar kalau dibandingkan dengan harga jual.

Menurutnya, harusnya musim panen ini adalah momentum harapan para petani bawang merah bisa mencapai target dan mendapatkan harga jual yang tinggi, sayangnya pada kali ini harga jual tidak sesuai yang diharapkan oleh masyarakat petani bawang merah Pamekasan.

BACA JUGA:  Pemkab Pamekasan Resmikan Mall Pelayanan Publik dan Dukcapil Tangguh

“Saya rasa ini tidak seimbang dengan pengeluaran perawatan dan harga jualnya mas, karena harganya tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan masyarakat petani,” tandasnya

Anam yang hanya mengandalkan pertanian bawang merah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari harus  banyak mengurungkan keinginannya, ia tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan seperti saat ini, selain harus pasrah dan tetap menjual bawangnya dengan harga rendah demi memenuhi kebutuhan.

“Semoga saja dinas terkait bisa membantu para petani bawang merah untuk segera menstabilkan harga jual di pasaran,” harapnya sembari mengakhiri wawancara dengan wartawan Madurapers.

Tinggalkan Balasan