Hikmah  

Hukum Menutup Aurat bagi Kaum Muslim

UAS, penceramah kondang, da'i muda, da'i sejuta umat, ustad muda lulusan mesir
Ditangkap dari layar saat ceramah di Channel Youtube Cahaya Hati tentang hukum menutup aurat Ustadz Abdul Somad, L.C,. MA.

Bangkalan – Manusia merupakan makhluk mulia dan mempunyai keistimewaan. Sebagai makhluk mulia sudah seharusnya kaum muslim untuk selalu mentaati perintah Allah SWT, dan menjauhi larangan-Nya.

Salah satu perintah-Nya adalah menutupi aurat. Aurat wanita adalah meliputi seluruh tubuh kecuali bagian wajah dan telapak tangan, sedangkan aurat pria mulai dari pusar sampai ke lutut.

Mengumbar aurat adalah bagian dari salah satu perbuatan dosa sehingga menutupinya dapat mendatangkan pahala. Menutupi aurat perlu dilakukan terutama di hadapan orang yang bukan mahramnya. Hal ini untuk mencegah terjadinya pelampiasan hawa nafsu yang tidak pada tempatnya.

Dilangsir dari https://youtu.be/V_LW3CH9OHY dalam channel YouTube Cahaya Hati, Ustadz Abdul Somad, L.C MA., menyebutkan firman Allah, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Pakaian taqwa itulah yang paling baik. Demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al- A’Raaf, 26)

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya agar lebih mudah untuk dikenal dan tidak diganggu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzaab, 59)

Dalam ceramah UAS, sapaan akrabnya, disebutkan bahwa Rasulullah juga telah memberitahukan kepada kaum Muslim tentang batasan aurat wanita yang diperbolehkan untuk dilihat. Sebuah riwayat dari Aisyah r.a., disebutkan bahwa ketika Asma binti Abu Bakar menjumpai Rasulullah s.a.w., dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah Saw, berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh), maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi)

BACA JUGA:  Hukum Menyebarkan Salam

Kemudian UAS menyebutkan bahwa Rasul pernah bercerita kepada Ali, “Wahai Ali, pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit, aku melihat wanita-wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka, aku menangis.”

Kemudian beliau bersabda, “Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih. Rasulullah Saw, bersabda, “Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.”

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah sendiri telah diperlihatkan betapa pedihnya hukuman wanita tidak berjilbab di akhirat akibat banyak mengumbar aurat di dunia, yang menjadi ciri-ciri wanita penghuni neraka.

BACA JUGA:  Apa Itu Doa?

Lalu, wanita itu menangis sambil meminta pertolongan tetapi tidak ada yang sanggup membantu karena berhias bukan untuk suaminya, wanita digantung pada rambutnya dan otaknya menggelegak dalam periuk akibat tidak menutup auratnya (rambut), wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri akibat mengoda dan mengairahkan lelaki, hingga wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya akibat menjadi penyanyi dan tidak sempat bertaubat.

Sungguh Allah telah memberikan peringatan akan siksa neraka bagi wanita yang membuka aurat. Mungkin bagi sebagian orang, membuka aurat bukanlah hal yang penting. Akan tetapi, membuka aurat juga membuka jalan zina dalam Islam.

Rasulullah Saw, bersabda, “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu. Pertama, kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam). Kedua, perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi terlihat seperti sedang telanjang sehingga membuat orang lain untuk ikut bermaksiat. Golongan ini tidak akan boleh masuk surga serta tidak akan dapat mencium bau surga, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR. Muslim)

Tinggalkan Balasan