Selain itu, masih banyak lagi teori-teori yang ditemukan dari hasil kajian dan eksperimennya. Teori-teori tersebut antara lain di bidang filsafat, astronomi, dan fisika.
Itu semua dia hasilkan karena kecintaannya yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan, yang dia pelajari untuk tujuan menguatkan keyakinannya kepada Sang Pencipta (Tuhan). Oleh karenanya, dia hidup sederhana, taat beragama, dan menjunjung syari’at Islam.
Terbukti ketika mengajar di Syiria, dia menolak semua pemberian upah dari kalangan bangsawan yang anaknya belajar kepadanya. Selain itu, karena kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan hidup sederhana, secara psikologis dia tertekan saat bekerja di bidang pemerintahan di Mesir.
Karena secara psikologis tertekan, dia lalu meninggalkan pekerjaan tersebut. Namun, kemungkinan besar karena hal itu atau gagalnya melakukan pembangunan bendungan di sugai Nil, dia dimasukkan ke penjara selama 10 tahun oleh penguasa Mesir (al-Hakim).
Setelah keluar dari penjara, dia meneruskan kegiatan ilmiahnya dan tinggal di masjid Kairo, Mesir. Dari kegiatan menyalin Almagest (risalah matematis dan astronomi, karya Claudius Ptolemy) dan karya-karya Euclid (matematikawan Yunani), ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya yang sederhana.
Namun, penyakit pencernaan menyebabkan dia tidak dapat meneruskan aktvitas ilmiahnya. Karena penyakit itu pula dia meninggal dunia di Kairo, Mesir, tahun 1038/1039.
Menjelang wafatnya (al-Bayhaqi: 1994), dia menghadap kiblat dan mengatakan, “(ilmu) matematika tidak lagi bermanfaat, dan (ilmu) kedokteran dan pengobatan tidak berguna lagi; yang tersisa hanyalah penyerahan diriku kepada Allah yang membuat dan menciptakan diriku.”
