Jepang menyusul dengan nilai impor US$1,22 miliar, diikuti Thailand dengan US$0,71 miliar. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai US$2,55 miliar dan Uni Eropa US$0,92 miliar.
Golongan bahan baku/penolong mencatat peningkatan impor selama Januari–Maret 2025. Nilainya bertambah US$0,41 miliar atau 1,03 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Impor barang modal juga meningkat signifikan. Nilainya naik US$1,03 miliar atau 10,87 persen dibanding Januari–Maret 2024.
Sebaliknya, impor barang konsumsi mengalami penurunan. Nilainya berkurang US$0,63 miliar atau 11,48 persen secara tahunan.
Meskipun impor naik, neraca perdagangan Indonesia tetap surplus. Pada Maret 2025, surplus perdagangan mencapai US$4,33 miliar, ditopang surplus nonmigas US$6,00 miliar dan defisit migas US$1,67 miliar.
