Opini  

Wirausaha HMI Solusi Peningkatan Kesejahteraan Berbasis Local Wisdom

Madurapers
Fausi Arifin, S.M., Kandidat Ketua Umum BADKO (Badan Koordinasi) HMI Jawa Timur

Hal ini karena sejak awal berdirinya, HMI lahir dilandasi dengan sebuah komitmen besar, yaitu komitmen kebangsaan dan komitmen keummatan yang kemudian dikenal dengan dwi komitmen HMI.

Dwi komitmen inilah yang kemudian terintegrasi secara esensial menjadi awal berdirinya HMI. Hingga saat ini, HMI memiliki peran besar untuk membangun peradaban bangsa, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Banyaknya kader dan alumni yang tersebar luas di Indonesia, sebenarnya menjadi modal besar bagi HMI untuk menjadi salah satu kekuatan strategis bangsa.

Melalui wirausaha HMI yang berbasis local wisdom (kerifan lokal) pada setiap Badan Koordinasi (BADKO) di setiap provinsi dan cabang-cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Timur, kader-kader HMI sebagai pelopor wirausaha muda dapat memberikan solusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa krisis saat ini.

Solusi tersebut diantaranya, pertama, dalam penanganan ketahanan pangan, kabupaten/kota yang memiliki sektor basis, prospek, dan memiliki kinerja produktivitas pertumbuhan pesat membuat kelembagaan lumbung pangan kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Dengan diikuti program jaring pengaman sosial melalui bantuan pangan non tunai dan program bantuan pangan berbasis pada local wisdom.

Kedua, dalam penanganan ketahanan ekonomi melalui sharing economy (ekonomi berbagi), dimana aktivitas masyarakat yang dibatasi mengalihkan bisnisnya terhadap bisnis online. Sharing economy ini solusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah kabupaten/kota.

Hal ini dipicu dari perkembangan teknologi dan perkembangan e-commerce. Sharing economy merupakan pasar dimana pemilik (owners) menggunakan aset yang dimilikinya untuk konsumsi pribadi, namun ada aset yang disewakan ke orang lain. Contohnya, Gojek, Grab, Turo, Uber, dan JustPark.

Selanjutnya untuk mengoptimalisasi pemasaran online pemerintah daerah melakukan pelatihan dan pendampingan digital marketing berkolaborasi dengan platform e-commerce dan media sosial.

Ketiga, membangkitkan jiwa wirausahawan (entrepreneur) kader melalui pelatihan kewirausahaan yang bersifat berkelanjutan (sustainable), melakukan pemberdayaan terhadap lembaga kekaryaan yang dimiliki HMI, dan menjadi mitra strategis kalangan terkait (stakeholders) UMKM.

Melalui rekomendasi di atas, HMI sebagai organisasi kepemudaan tetap menjadi garda terdepan dalam pemecahan masalah (problem solving) kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan krisis saat ini. Dengan begitu, HMI akan tetap eksis menjadi pelopor pemikiran dan gerakan yang dapat memberikan dampak sosial (social impact) yang positif/signifikan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Fausi Arifin, S.M., Kandidat Ketua Umum BADKO (Badan Koordinasi) HMI Jawa Timur