Ketua Umum Partai Umat, Ridho Rahmadi Nilai Kenaikan BBM Menzalimi Rakyat

Foto: Instagram @partaiumat

Jakarta – Ridho Rahmadi, Ketua Umum Partai Umat menilai kenaikan harga BBM bersubsidi zalimi rakyat.

Sudah terhitung sudah 4 hari sejak 3 September lalu kenaikan harga BBM berlaku di 34 provinsi di Indonesia.

Namun pasca ditetapkannya harga baru tersebut oleh pemerintah manuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat.

Sudah tak terhitung mahasiswa, buruh dan pekerja yang turun ke jalan menyuarakan penolakan atas kenaikan BBM.

Tak hanya itu, beberapa partai politik juga ikut berpihak dan menyuarakan kepentingan rakyat.

Hingga saat ini yang menolak kenaikan BBM ada partai PKS yang menyatakan walk out dari rapat paripurna DPR RI (6/9/2022). Setelah itu kini Partai Umat juga menolak.

Partai yang tergolong baru tersebut secara terang-terangan menyatakan bahwa kenaikan BBM Menzalimi Rakyat.

“Kenaikan BBM ini menimbulkan inflasi yang diperkirakan mencapai 8 persen,” ungkap Ridho Rahmadi melalui akun Instagram @partaiumatofficial (6/9/2022).

Menurut Ridho, kenaikan BBM menjadi ironi karena inflasi menyebabkan harga-harga semakin tinggi dan penghasilan tetap.

“Ironisnya, inflasi menyebabkan harga-harga semakin tinggi dan penghasilan tetap. Di sinilah pangkal masalahnya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Bupati Pamekasan dan Tokoh Madura Bertemu di Jakarta Bahas Pembangunan Pulau Garam

Menurutnya, seharusnya pemerintah lebih kreatif dalam mencari sumber pemasukan APBN, jangan hanya bisa menaikkan pajak dan harga yang memberatkan ekonomi rakyat.

“Seharusnya pemerintah lebih kreatif dalam mencari sumber pemasukan APBN. Jangan cuma bisanya menaikkan pajak dan menaikkan harga-harga barang yang jelas sangat memberatkan ekonomi rakyat. Ujung-ujungnya rakyat juga yang menjadi korban,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan